Kamis, 07 Juni 2012

UNGKAPAN RASA

Bismillah,,,
Kasih ini...
Tak seindah MEGA,
Meski cinta ini..
Tak secantik pelangi,
Tapi aku harap bisa membahagiakanmu
Dengan segala kekurangan,
Aku menyayangi dgn segala kesederhanaan,
Aku mengasihimu wahai insan,
Sungguh aku tak mampu
memetik BINTANG
Untuk perantara hubungan, dan
Aku pun tak bisa menggendong REMBULAN
Untuk membuktikan,..
Bagaimana mungkin...a
Aku mengaku LANGIT
Sebagai Landasan beratnya CINTAKU,
Aku hanya seorang hamba yg pernah DOSA,
Berharap kau mau
Menemaniku menuju..
Singgasana cinta-Nya,
Temaniku disetiap SUJUD dan RUKU,
Temani ku di setiap DZIKIR dan BERFIKIRku,
SUKA dan DUKA, BAHAGIA dan SUSAH,
Menerima aku apa adanya,,,



Niliya Wa Martaqus
070612

Rabu, 06 Juni 2012

KISAH RINDU

Bissmillah,,,
♥ Assalamualaikum ♥
~ Ku brdiri dalam diam
~ Diantara noneksistensi dlm diri ku dan realita akan sekeliling ku
~ Jiwaku memanggilku
~ Menyimpan perjalanan HIDUPku
~ Bukan KELAPARAN, KEHAUSAN dalam diriku
~ Tpi karena kerinduan dan rasa CINTA
~ Aku berusaha memintal kerinduan itu
~ Kemudian aku kaitkan dlm JIWAku
~ Supaya aku bisa SETIA pada satu CINTA
~ Perjalanan wkt yg akan membuktikan
~ Bahwa kaitan kuat antara aku dg mu
~Telah membuat aku brtahan dlm HEMBUSAN GELOMBANG
~ Dan menyerahkan semua kpd kehendak PENGUASA JAGAD
~ Karna aku dan kau adalah 2 DUNIA
~ Yg direngkuh menjadi 1 Dunia
~ Dibungkus dlm 1 JIWA dan RAGA yg terpisah
~ Kita adalah sebuah kenyataan
~ Dan mereka adalah belenggu mematikan
~ Yg memisahkan harkat dan keberadaan
~ Menjadikan semua HIASAN dan PELENGKAP semata
~ AKU hanya ingin kau tersadar
~ Bahwa sabar dlm penantian
~ Akan berbuah kebaikan dan KESEMPURNAAN
~ Yg akhirnya menyatukan jiwa yg trpisah dalam 1 tautan bersama simpul yg kuat akan keberadaan yg sebenarnya.
 

Niliya Wa Martaqus
070612

KETIKA ENGKAU SHALAT

KETIKA ENGKAU SHOLAT

oleh Yan Mintaraga pada 6 Juni 2012 pukul 15:28 ·
Ketika engkau SHOLAT
Oleh takbirmu pintu langit terkuakkan
Partikel udara dan ruang hampa bergetar
Bersama-sama mengucapkan Allahu Akbar

Bacaan Al-Fatihah dan surah
Membuat kegelapan terbuka matanya
Setiap doa dan pernyataan pasrah
Membentangkan jembatan cahaya

Tegak tubuh alifmu mengakar ke pusat bumi
Ruku' lam badanmu memandangi asal-usul diri
Kemudian mim sujudmu menangis
Di dalam cinta Allah hati gerimis

Sujud adalah satu-satunya hakekat hidup
Karena perjalanan hanya untuk tua dan redup
Ilmu dan peradaban takkan sampai
Kepada asal mula setiap jiwa kembali

Maka sholatmu adalah kehidupan ini sendiri
Pergi sejauh-jauhnya agar sampai kembali
Badan di peras jiwa dipompa tak terkira-kira
Kalau diri pecah terbelah, sujud mengutuhkannya

sholat di atas sajadah cahaya
Melangkah perlahan-lahan ke rumah rahasia
Rumah yang tak ada ruang tak ada waktunya
Yang tak bisa dikisahkan kepada siapapun

Oleh-olehmu dari sholatmu adalah sinar wajah
Pancaran yang tak terumuskan oleh ilmu fisika
Hatimu sabar mulia, kaki seteguh batu karang

Dadamu mencakrawala, seluas 'arasy
sembilan puluh sembilan
dalam orkestra semesta jagat raya
yang begitu dahsyatnya

ALLAHUAKBAR ALLAHUAKBAR

HASRAT YANG TEREKAP

Bertahun lamunan akan diri-Mu
Tersekap dijejak purnama....
...........
Kau yang dari awal kusanjung....
Kau yang dari mula kupuja....
Tolong...Jemput aku di pelataran biru....

Menuju-Mu penuh rindu dan...
Takan pernah jemu...
walau jalan
Penuh liku dan berbatu...

Lihat,..
Dia kan tetap menyala...
Hangat...
Menyimpan hansrat yang sempat tersekap...

Slalu kurindu-Mu...

WFB
Bdg,060612

ADA HIKMAH DI BALIK UJIAN-NYA


~ INILAH HIKMAH DI BALIK COBAAN YANG BELUM ENGKAU TAHU ~


oleh Muhammad Abduh Tuasikal

Saudaraku yang semoga dirahmati oleh Allah …

Ketahuilah … Allah Ta’ala akan menguji setiap hamba-Nya dengan berbagai musibah, dengan berbagai hal yang tidak mereka sukai, juga Allah akan menguji mereka dengan musuh mereka dari orang-orang kafir dan orang-orang munafiq. Ini semua membutuhkan kesabaran, tidak putus asa dari rahmat Allah dan tetap konsisten dalam beragama. Hendaknya setiap orang tidak tergoyahkan dengan berbagai cobaan yang ada, tidak pasrah begitu saja terhadap cobaan tersebut, bahkan setiap hamba hendaklah tetap komitmen dalam agamanya. Hendaknya setiap hamba bersabar terhadap rasa capek yang mereka emban ketika berjalan dalam agama ini.

Sikap seperti di atas sangat berbeda dengan orang-orang yang ketika mendapat ujian merasa tidak sabar, marah, dan putus asa dari rahmat Allah. Sikap seperti ini malah akan membuat mereka mendapat musibah demi musibah.

Renungkanlah …

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

“Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Barang siapa yang ridho (terhadap ujian tersebut) maka baginya ridho Allah dan barang siapa yang marah (terhadap ujian tersebut) maka baginya murka-Nya.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah At Tirmidzi berkata bahwa hadits ini Hasan Ghorib)

Dari Mush’ab bin Sa’id (seorang tabi’in) dari ayahnya berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً

“Wahai Rasulullah, siapakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

« الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ »

“Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka dia akan mendapat ujian begitu kuat. Apabila agamanya lemah, maka dia akan diuji sesuai dengan agamanya. Senantiasa seorang hamba akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di bumi dalam keadaan bersih dari dosa.” (HR. Tirmidzi. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shohih)



Semoga kita yang sedang mendapat ujian atau musibah merenungkan hadits-hadits di atas. Sungguh ada sesuatu yang tidak kita ketahui di balik musibah tersebut. Maka bersabarlah dan berusahalah ridho dengan taqdir ilahi. Sesungguhnya para Nabi dan orang sholeh dahulu juga telah mendapatkan musibah sebagaimana yang kita peroleh. Lalu kenapa kita harus bersedih, mengeluh dan marah? Bahkan orang sholeh dahulu -sesuai dengan tingkatan keimanan mereka-, mereka malah memperoleh ujian lebih berat. Cobalah kita perhatikan perkataan ulama berikut.

Al Manawi mengatakan, “Barangsiapa yang menyangka bahwa apabila seorang hamba ditimpa ujian yang berat, itu adalah suatu kehinaan; maka sungguh akalnya telah hilang dan hatinya telah buta (tertutupi). Betapa banyak orang sholih (ulama besar) yang mendapatkan berbagai ujian yang menyulitkan. Tidakkah kita melihat mengenai kisah disembelihnya Nabi Allah Yahya bin Zakariya, terbunuhnya tiga Khulafa’ur Rosyidin, terbunuhnya Al Husain, Ibnu Zubair dan Ibnu Jabir. Begitu juga tidakkah kita perhatikan kisah Abu Hanifah yang dipenjara sehingga mati di dalam buih, Imam Malik yang dibuat telanjang kemudian dicambuk dan tangannya ditarik sehingga lepaslah bahunya, begitu juga kisah Imam Ahmad yang disiksa hingga pingsan dan kulitnya disayat dalam keadaan hidup. … Dan masih banyak kisah lainnya.” (Faidhul Qodhir Syarh Al Jami’ Ash Shogir, 1/518, Asy Syamilah)

Semoga kita termasuk orang-orang yang bersabar ketika menghadapi musibah, baik dengan hati lisan atau pun anggota badan. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang selalu ridho dengan taqdir-Mu.
Foto: ~ INILAH HIKMAH DI BALIK COBAAN YANG BELUM ENGKAU TAHU ~ 


oleh Muhammad Abduh Tuasikal

Saudaraku yang semoga dirahmati oleh Allah …

Ketahuilah … Allah Ta’ala akan menguji setiap hamba-Nya dengan berbagai musibah, dengan berbagai hal yang tidak mereka sukai, juga Allah akan menguji mereka dengan musuh mereka dari orang-orang kafir dan orang-orang munafiq. Ini semua membutuhkan kesabaran, tidak putus asa dari rahmat Allah dan tetap konsisten dalam beragama. Hendaknya setiap orang tidak tergoyahkan dengan berbagai cobaan yang ada, tidak pasrah begitu saja terhadap cobaan tersebut, bahkan setiap hamba hendaklah tetap komitmen dalam agamanya. Hendaknya setiap hamba bersabar terhadap rasa capek yang mereka emban ketika berjalan dalam agama ini.

Sikap seperti di atas sangat berbeda dengan orang-orang yang ketika mendapat ujian merasa tidak sabar, marah, dan putus asa dari rahmat Allah. Sikap seperti ini malah akan membuat mereka mendapat musibah demi musibah.

Renungkanlah …

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

    “Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Barang siapa yang ridho (terhadap ujian tersebut) maka baginya ridho Allah dan barang siapa yang marah (terhadap ujian tersebut) maka baginya murka-Nya.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah At Tirmidzi berkata bahwa hadits ini Hasan Ghorib)

    Dari Mush’ab bin Sa’id (seorang tabi’in) dari ayahnya berkata,

    يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً

    “Wahai Rasulullah, siapakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

    « الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ »

    “Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka dia akan mendapat ujian begitu kuat. Apabila agamanya lemah, maka dia akan diuji sesuai dengan agamanya. Senantiasa seorang hamba akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di bumi dalam keadaan bersih dari dosa.” (HR. Tirmidzi. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shohih)

 

Semoga kita yang sedang mendapat ujian atau musibah merenungkan hadits-hadits di atas. Sungguh ada sesuatu yang tidak kita ketahui di balik musibah tersebut. Maka bersabarlah dan berusahalah ridho dengan taqdir ilahi. Sesungguhnya para Nabi dan orang sholeh dahulu juga telah mendapatkan musibah sebagaimana yang kita peroleh. Lalu kenapa kita harus bersedih, mengeluh dan marah? Bahkan orang sholeh dahulu -sesuai dengan tingkatan keimanan mereka-, mereka malah memperoleh ujian lebih berat. Cobalah kita perhatikan perkataan ulama berikut.

    Al Manawi mengatakan, “Barangsiapa yang menyangka bahwa apabila seorang hamba ditimpa ujian yang berat, itu adalah suatu kehinaan; maka sungguh akalnya telah hilang dan hatinya telah buta (tertutupi). Betapa banyak orang sholih (ulama besar) yang mendapatkan berbagai ujian yang menyulitkan. Tidakkah kita melihat mengenai kisah disembelihnya Nabi Allah Yahya bin Zakariya, terbunuhnya tiga Khulafa’ur Rosyidin, terbunuhnya Al Husain, Ibnu Zubair dan Ibnu Jabir. Begitu juga tidakkah kita perhatikan kisah Abu Hanifah yang dipenjara sehingga mati di dalam buih, Imam Malik yang dibuat telanjang kemudian dicambuk dan tangannya ditarik sehingga lepaslah bahunya, begitu juga kisah Imam Ahmad yang disiksa hingga pingsan dan kulitnya disayat dalam keadaan hidup. … Dan masih banyak kisah lainnya.” (Faidhul Qodhir Syarh Al Jami’ Ash Shogir, 1/518, Asy Syamilah)

Semoga kita termasuk orang-orang yang bersabar ketika menghadapi musibah, baik dengan hati lisan atau pun anggota badan. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang selalu ridho dengan taqdir-Mu.

Selasa, 05 Juni 2012

Menunggu sertifikasi

Tolong jangan tanya !
Terima saja apa adanya...!

+Tapi, Yang lain sudah terima...
Kami kapan ?
Kenapa kau buat kami cemburu ?
Kenapa kau buat kami marah ?

Kerja kami sama...
Tangan kami belepotan,Sama..
Suara, kami keluarkan hingga serak...
Sama...
Di tiap pagi hingga petang..
Sama...
Tapi kenapa kami dibedakan ?

Lihat tubuh kami yang kerontang !
Dan lihat tubuh kalian !
Bandingkan !!
Tapi kami tak ingin perutmu !

( Suara dongkol Menunggu sertifikasi turun..)
wfb
bdg,050612

U N T U K M U

Bismillaah...

Untukmu...!

Bila esok engkau pergi ..
Ku hanya bisa titip padamu..

''Jaga mata dan hatinya yg dia titipkan kepadamu...!''

Jangan melukainya Karena dia serupa aku...yang hanya bisa pasrah pada segala ketentuan-Nya..

Bila esok engkau jadi pergi,
Ingatlah, ada kami yang menantimu di sini...
Yang takan lelah menadah...
Tuk melihatmu datang dengan gagah

Bila esok engkau jadi pergi..
Jangan lupakan waktu
Untukmu menyepi
Buat menghadap-Nya...
Mengurai rintih..

Bila esok engkau jadi pergi..
Luruskan mata dan hatimu..
Tekadkan...!!
Kau takan berpaling darinya
Dan dari-Nya..

Bila esok engkau jadi pergi..
Hanya do'a untukmu
Agar rahmat-Nya
Slalu tercurah
Padamu dan engkau ingat pulang....
Kami menunggumu

WFB
Cjr,040612