Sabtu, 07 Juli 2012

SEUMPAMA yang MENYAKITKAN

Curat-coretmu..
Merupakan...
Seumpama yang tepat...

Lalu ada basah meleleh dari celah Bumi..
Berderai-derai..
Hingga,
Pohon pun tak lagi kokoh...
Meranggas..
Terkulai layu...
 Daun-daun jatuh berguguran...
Dari ranting yang kering...

Hempasan angin datang menerjang..
Memusnahkan semua yang tersimpan lama...
Hilang tak tersisa...

Malam kian tenggelam...
Purnama tak mampu hilangkan hitam
Tersungkurku di bumi-Mu...
Dalam derai bening nan asin..
..:...........:..............................................................
.............................................................................
Pagi mulai turun...
Ku tersekap di antara reruntuhan..
Tak berdaya...
Tanpa-Mu yang slalu setia menemani..
Meniti hari-hariku..
Dalam suka, pun duka..
Tanpa-Mu..ku tlah lama mati...
Laa haulaa wa laa quwwataa illaa billaahi 'aliyyun 'Azhiim..

Maafkan lalaiku ya Allaah...
Ampuni dosa- dosa dan kebodohanku..
Jangan Kau tinggalkan..
Ku menuju akhir..
Perjalanan..pada-Mu..
Bersama-Mu...

WFB
Cjr, 070712

RINDU dalam LARA

Selalu saja luluh..
Saat mata terbuai rayuan aksara indah..
kepingan daya yang dulu berserak... Kini..
Meloncat-loncat..
Mencari tempat duduknya..
Lalu menyatu dalam Pesona mozaik...
Indahnya meredam amarah yang kian tenggelam...

Namun, sejauh mana semua mampu bertahan...
Saat bentangan lengan bertubi meradang...
Memorakkan cahaya...
Mendekap pedih
Menepikan hasrat..

Akh..
Ku tak peduli...
Indahmu kembali hadir..
Liwat gumam dalam aksara...
Satukan serakkan puing yang tercecer..
Dan pelataran malam kembali basah...

Bisik-Mu dalam sunyi, '' Aku mencintaimu,sungguh ''

Duuh....Selalu dan selalu..
Ingin kudekap haraf yang meresap.. bukan hanya sempat..Namun dimana...
Dimana engkau...kekasihku ?
di sini, Bisikmu masih mengiang...
Pada barisan aksara yang terlantun syahdu..

''Slalu kutunggu Engkau Duhai, kekasihku...
Di senja yang merona jingga...

Dengarlah bisikku..
''Di setiap senja, Aku slalu merindu-Mu ...''
.
.
.
.
.
.
W.F.B.
Cjr,070712

Senin, 25 Juni 2012

HASRAT REY FADILAH FAJRI

Jiwa mengurai rasa yang terbentang masa
mengasah naluri dalam rahasia dan misteri cinta
susuri bahari menunggang angin yang memisau
kayuh nestapa ,menitikkan buihnya ke tepian
gugah raga ditanah penuh kelengangan
lalu,
membangun pualam cinta yang tak jua purna

setelah kaki beranjak menjemput hasrat akan mimpi
sepi masih berjelaga menyulam gigil puing'' malam
warnai lazuardi dengan ceceran rindu yang bersarang
disetiap ruas waktu dan ruang

kini, semburat senja tak mampu kukanvaskan
sebab langit basah di teluh berlaksa aksara luka
lembayungnya menikam dengan mendung
berlumur jelaga di kabut prahara .



Rey Failah Fajri,250612

IKHWAN SHALIH

Haiiii..
Siapa yang berdiri di tepi mentari..?
Senyum berseri Penuh misteri ?

Ayoo.
Jawab cepaaat...
Sebelum smua terlambat..
Biar tidak telat..
Agar tak ada yang kalap..
Namun semua mejadi rahmat:..

Lihat
Dia berdiri bagai patung...
Namun tak lepas dari sarung...
Serta kepala yang bertudung.. (sorban)
dengan mata redup mendung...

Wajah tengadah..
Tangan terbuka..
Lebar menadah...
Mulut berdesah...
Tak pernah lelah...

Thalab, yu...

Wfb,
Di jalan Tol Padaleunyi,170612

Mengikat Hasrat

Bismillaah..

Kucoba mengikat hasrat agar langkah tak tersesat...
Walau minat melilit ingin yang mencuat meloncat-loncat...
Kualunkan munajatku..
Agar Allaah melimpahkan rahmat
Yang mampu mengikat erat nafs
Yang menarik-narik pada hidup yang madharat...
Serta menunjukkan semua yang membawa manfaat...

Makasih ya Rabbii..

250612

Kamis, 07 Juni 2012

CURAHAN HATI REY FADILLAAH FAJRI

Aku terjatuh..
terkapar...
di hamparan gerimis
kucari bayangmu
di antara gugusan bintang
masihkah jejakmu ada
di antaranya

satu, dua langkah kususuri
percikan rasa yang kudamba
namun tak jua kutemukan
guratan senyummu di sana

telah kubulatkan tekad
untuk menghapus semua tentangmu
dari mimpi dan hidupku
di setiap detik waktu
ku berdekap dengan sang pemberi cinta
aku selalu berharap sapa kasihNYA
melunturkan kenangan''ku bersamamu

namun desir angin
yang mencumbu anak rambutku
menggetarkan nurani
hingga suaramu
kembali menggeliat di balik hati

mengapa kembali?????
aku harus bagaimana
rasa ini terlalu dalam untukmu
kini tak ada jalan untuk berlari
dari dalamnya sebuah rasa yang kumiliki

hanya
hanya
dan hanya
untuk_mu perempuan di keheningan .....

BOGOR,060612

RINDU TERPENDAM REY FADILLAAH FAJRI

Bila jemariku tlah membatu
dan tak dapat lagi menulis tentang debur dan riakmu
maka hidupkanlah ia
seperti reremang lilin dihatimu
yang membumbung lewat do'a
dan memeram sunyinya ..
..
kutiada mengerti mengapa
sekali akan melangkah jatuh lagi
kutiada menduga mengapa
yang membuatku duka
adalah
membuatku gelisah

suatu itu terbang
ketika ingin kuraih
suatu itu kandas dan karam
dan wajah itu semakin menawan
oleh setipis senyuman

biarlah dia buat simpatiku selamanya
dan biarlah dia hanya hadir
dalam lamunan dan angan yang tersisa
didalam rindu yang terpendaM


Bogor, 070612