Kamis, 07 Februari 2013

R I N D U Krya Meraju Senja


Ku berdiri mengintai hangatnya mentari,,,,
Dibalik teralis hati yang bergumam tanpa nadi,,,,
Lamunanku tertutup ruang seakan mati,,,
Meski hanya sebatas pikir pada sebuah elegi,,,
yah,,,,tak bisa ku pungkiri,,,
Awan putih menambah cerahnya langit,,,,
Merayap manja memandikan tatapanku yang hening,,,
Menyapu lantai hatiku yang sendu dan sepi,,,

Ingin ku tulis ribuan puisi dibibir langit,,,
Merangkai seutas tatanan cinta yang memang kumiliki,,,
Mengaitkan secuil rangkaian syair yang memang tlah lama ku sunting,,,

Kasih,,,
Sedari tadi,,,
Bersama terik yang dilahirkan langit,,,
Ku merasaimu hadir,,,,
Pada sebuah genta ilusi yang bernyanyi,,,
Disini,,,ku bertemu pada biduk angan yang mendampingi,,,

ALLAH,,,,
Segenap harapan cinta adalah kepadaMU semata ku tujukan,,,
Izinkanku menyapanya keranaMU semata,,,

"gadiskecilmu"

Surabaya,070213
 

MENTARIKU

Mentariku...
Tiadamu Pagiku redup..
Dingin menyelusup liwat pori-pori
Gigil tubuhku merasuk jauh ke dalam bayang langit kelam

Hangatmu..Mentariku...
Tiada kurasa lagi...
Jemari tak kuasa lagi lukiskan indahmu
Ia telah kaku dan berdebu

Namun, Secangkir haraf masih tenadah pada kemilaumu
Ia bersemayam di relung jiwa
Dengan rona merah muda
Dan bertengger di sana
Tak bergeming

Mentariku...
Slalu ada rindu untukmu



Rabu, 040213

 
Foto: Berdiri di antara bunga nan indah, terasa ada aura positif menyelusup ke dalam jiwaku yang sedang jauh darimu, duhai kekasihku...
Aku merindumu.. Lihatlah mataku masih sayu walau tubuh semakin subur. Kubuka dulu maskernya biar agak indah tp ternyata tetap tak mampu menutup kelesuanku..
Andai di rumah, bersamamu, aku pasti nyaman karena engkau akan memperlakukanku bak permaisuri.. Aku merindumu,kekasihku,  namun kupercaya kerinduan ini akan mampu kutahan hingga persuaan kita nanti..
Aamiin...

Kekasihku.. Mereka, buah hati kita, benar-benar menyayangiku..
Slalu saja menyajikan makanan yang lezat-lezat...hingga bobotku seperti ini..
Maafkan..aku belum berniat menurunkannya.. Hehe.. Mumpung smua terasa nikmat...

Bila sakit . Dipaksa pun tak mungkin bisa menikmatinya walau selezat makanan raja..
Sabar ya...
Nanti pasti kuturunkan lagi dgn puasa..
Moga Dia memberi waktu dan engkau mengizinkan... Izinkan ya... Plisss.. izinkan ya.. Baik untuk menikmati makanan, pun untuk puasa..

Peluk rindu penuh kasih buatmu dari negri sebrang...






KL Malaysia
260113
Berdiri di antara bunga nan indah, terasa ada aura positif menyelusup ke dalam jiwaku yang sedang jauh darimu, duhai kekasihku...
Aku merindumu.. Lihatlah mataku masih sayu walau tubuh semakin subur. Kubuka dulu maskernya biar agak indah tp ternyata tetap tak mampu menutup kelesuanku..
Andai di rumah, bersamamu, aku pasti nyaman karena engkau akan memperlakukanku bak permaisuri.. Aku merindumu,kekasihku, namun kupercaya kerinduan ini akan mampu kutahan hingga persuaan kita nanti..
Aamiin...

Kekasihku.. Mereka, buah hati kita, benar-benar menyayangiku..
Slalu saja menyajikan makanan yang lezat-lezat...hingga bobotku seperti ini..
Maafkan..aku belum berniat menurunkannya.. Hehe.. Mumpung smua terasa nikmat...

Bila sakit . Dipaksa pun tak mungkin bisa menikmatinya walau selezat makanan raja..
Sabar ya...
Nanti pasti kuturunkan lagi dgn puasa..
Moga Dia memberi waktu dan engkau mengizinkan... Izinkan ya... Plisss.. izinkan ya.. Baik untuk menikmati makanan, pun untuk puasa..

Peluk rindu penuh kasih buatmu dari negri sebrang...






KL Malaysia
260113
— bersama Merajut Senja dan 5 lainnya.

Selasa, 05 Februari 2013

KSUNYIAN HATI MENCARI RIDHA-NYA

GELAYUT SEPI

sejenak setelah ku gauli kenangan-kenangan diruang hati
tersampai aku pada kenangan tentang cinta yang mekar dalam sebuah dunia kecil yang kucipta
tapi kini hanya menjadi kenangan abadi.......
entah pada mereka.....
ingin ku rekatkan lagi simpul yang pernah terlerai.....
bersambutkah gayung yang ku ulur di kolam cinta????
seperti yang sudah-sudah?????

hmmm......
waktu kadang menjadi belati yang amat tajam
mengoyak-ngoyak perjalanan....
dan entah bagaimana membalut luka perjalanan itu

sedang manisnya tak lagi bertahta pada jiwa-jiwa itu
hanya serupa onggokan daging membusuk dan hendak dilempar jauh

sepi...........
kini sering ku berfikir......
mengapa bertanya tentang sepi.....
mengapa bertanya tentang sunyi......
sedangkan,
sepi adalah kawan,
sunyi adalah teman,
mereka adalah karib,
yang membelenggu dan merantai bahkan memenjarakanmu....
dan hanya bisa kau nikmati,
sebab ratapan tak mempan lagi
airmata pun kering sudah.....

tak bersisa......

Makasar, 060213

TAK BERJUDUL

Kenangan itu masih tergambar jelas
Indah .. mekar...
Semerbak mewangi memenuhi rongga jiwa
Kusimpan saja dalam-dalam ketika badai datang tak teduga

Kecewa...
Tentu....
Namun harum kenangan dalam belangga jiwa
Tetap tersipan indah..

Selalu Beharaf...
Suatu saat bila sejuk kembali terjelang
Akan mekar dengan rona jingga yang membahana
Berpeluk kasih tak terperi

Sayang...
Kita miliki serupa satu
Tentang langkah yang dituju, pasti
Hanya Dia Ilahi Rabbi...yang berkenan
akan segala yan terjadi

Tidak !         
Takan kulontar kata 'Andai' walau dalam hati
Biarlah sepi yang terus menemani..
Toh suatu ketika nanti...
Kita akan sendiri
Meratap dalam sunyi yang dingin

Saat ini..
Ketika waktu masih ada untuk kita bersama
Tak usah dihindari
Kita jalani dengan senyum berseri..

Tak di siang
Tak di malam
Tak di pagi
pun di malam
Mari sayang..datanglah...
Dalam peluk hangat bunda..

WFB
060213

Jumat, 18 Januari 2013

LOGIKA Oleh RiezaAbdillah RomeoRomantique

Logika...
Begitu pongah berkata-kata
Meski hanya sebatas menerka...

Adakah yang telah kau rumuskan
Hingga nyata datang
Walau saat ini masih terkurung pada angan...

Mereka-reka..
Menyangka-nyangka...
Lalu...kau mampu menetapkan...

Mungkin langit yang kau kira
Bersembunyi di balik megahnya awan
Kau hampiri...tak ada apa-apa..
Mendatanginya pun tiada teraba

Begitu kuatkah
Hingga merasa mampu menyelimuti nurani...
Menekuk perjalanan panjang
Lalu berucap...ini jalan pintasnya....

Bagaimana kan kau terjemahkan
Isi dada yang seluas samudra ?
Nyatanya hanya sebatas hitungan inchi..

Bagaimana kau tafsirkan
Menghiruf, menghembus dan menghela
udara yang tak nampak?
Akankah kau kan menyangkalnya ?
Dengan berkata 'Hanya ilusi semata...'

Ya...
Itulah engkau logika
Begitu pongah berkata-kata..
Meski hanya sekedar menerka....
.
.
.
.
R.A.R.R.
Sumenep,180113

Kamis, 17 Januari 2013

BIMBANG Oleh RiezaAbdillah RomeoRomantique

AllOH
Telah kucoba menulis bait-bait yang kukira indah
Namun takut ini semakin besar
Hingga kuhapus berkali-kali...

AllOh
Izinkanlah kugores kata meski sekedarnya
Bila nanti setiap huruf membawaku pada ridha-Mu
maka betapa Maha Pengasih
Engkau ya Rabbii...
Namun jika membuatku serong dari arah-Mu
Sungguh,itu karena kebodohanku...

Duduk terdiam dengan istighfar
lalu kubertanya-tanya...
Apa yang kan kutulis ...?
Dosakukah ..?
Amalkukah..?
Mimpikukah  ?

Bila dosa yang kutulis, maka telah kutebar aib
yang seharusnya kusembunyikan
Jika amal yang kuceritakan
maka riya' telah membekap dadaku
Dan bila mimpi yang kulukis ,
Mungkinkah aku mampu
Berpegang erat hingga tak terseret
pada seribu lamunan indah ?

AllOh
Biarlah yang kugurat sebatas ini

.
.
.
.
Sumenep,160113