Senin, 02 Desember 2013

JIWA yang ASIF dan HANIF Oleh Siti Fatimah

Duhai jiwa yang asif dan hanif...
Di tiap helai getar yang engkau kirim...
Selalu menembus kokoh dinding rasaku...
Yang telah hilang sekian lama...
Menembus jauh ke tiap saraf jantungku...

Wahai yang arif dan selalu kasih...
Hijab ini senantiasa kupakai...
Sebagai seorang muslimah...dan..
Sebagai mahkota terindah...serta...
Sebagai pelindung dari mara sang jahil...juga..
Sebagai pusaka lindung...
Gemerlap cahaya ruh kasih-Mu...

Kadang....
Dalam diam kukesan gerak...
Dalam gerak kugenang diam...
Menebar pusaran syahdu...
Di permukaan luas kasih-Mu...
Memaut damai di tepian hati...
Hingga berbutir embun tiris...dan...
Menggenang di palung jiwa...
Untuk-Mu yang senantiasa kurindu...


Sudut sunyi
S.F.

SENANDUNG SENJAKU yang TIADA LETIH

Senandungku terus berkidung tanpa letih...
Lantunan pujian indah tersampaikan untuk-NYA...
Khidmat. terasa lirih dalam bejana rasa syukur...
Mengukir kaligrafi bathin... Di kedalaman relung hati...

Senandung cintaku untuk-NYA Rabbul ‘Ijati
Menetapkan...
Iman yang terpatri dalam sanubari...
Berziarah ke hati...
Yang sempat kelam membatu...
Mencoba menjamah bathin dalam hikayat hidup...

Bait senandungku...
Penuh runtuhan air mata...
Menyemburatkan kedamaian...

Kasih sayang-NYA...
Berusaha memantulkan pesona elegi di jiwa...
Menggapai dan mendaki titian Magfiroh-NYA...
Seraya tawadhu bertasbih... Dalam sinar kasih-NYA...

Bulir di pojok mataku...
Kian menetes tak tertahan
Mencairkan kerisauan hati kan...

Dengan risalah-Nya...
Membeningkan kerinduan... Yang mengkristal di jiwa...

Detak jantungku...
Menderap kencang...
Menyiratkan seulas keresahan...
Yang mendalam...
Karena ku tau...
Sampai jantungku tak lagi berdetak...
Ku tak akan mampu...
Menyempurnakan cintaku pada-Nya

Dalam sisa-sisa karunia usia...
Yang semakin senja...
Berhasrat tuk terus...
Kusenandungkan cintaku untuk-Nya...
Bagai irama hidup...
Menggetarkan relung jiwa...
Hingga kumampu memetik...
Setangkai bunga Cinta-Nya...

Sudut Sunyiku
S.F.
270913

MASIH TERUS MENCARI Oleh Siti Fatimah

Aku menepi di sudut sunyi...
Mencoba merangkai yang masih ada...
Dalam alunan jiwa tanpa suara..,.
Mengharap sebuah harapan akan menghampiri lagi...

Aku mencari???
Dimana mawar???
Dimana melati???
Dimana teratai???
Kini...Indahnya tak lagi menjelma

Aku mencari....
Siapa mentari???
Siapa bintang???
Siapa malaikat kecil???
Yang akan menberi cahaya pada sudut sepiku lagi

kapalku tlah karam pada samudra tak bertepi...
Penjuru tak lagi tampak...
Yang ada hanya fatamorgana hidup...

Bayang-bayang masa lalu menjadi hidup...
Segala kekhawatiran akan masa depan...
Menyelimuti perjalanan...liwati samudra hidup...
Mengiringiku menuju sudut-sudut sepi penuh keraguan...

Andai hidup bagai roda...
Kuingin berputar kembali ke titik awal..tapi...
Ini hidup di Dunia pana...
Tak ada kata MENUNGGU...
Tuk sesuatu yang telah dan akan berlaku...

Sudur sunyiku..
M.B.
161013
—

Bunga Kuning Tanda Cemburu Oleh Siti Fatimah

Kukirimkan bunga berwarna kuning ini
Sebagai tanda rinduku...
Yang didera cemburu...
Cemburu pada-Mu yang tak lagi menemuiku..

Saat malam terjelang
Sekilas bayang datang bertandang...
Berselempang kasih dan sayang...
Dengan senyum mengembang...
Namun segera menghilang...
Di kesunyian yang kian merenggang...

Ku merindu-Mu...
Yang dulu sering bertamu..
Dengan wajah sendu...
Bersama lantunan yang mendayu..
Menyelusup pada relung qalbu.. Dan kian shahdu...
Tika tiada lagi ragu menghantu di balik teruk...

Di sini ku senantiasa merindu-Mu


Sudut sunyi
S.F
51113


HARAPAN HAMPA Oleh Siti Fatimah

Harapan tinggal harapan..
Saat rasa tak lagi berasa...
Sungguh,Tiada yang bisa dipertahankan..
Smua sudah jadi ketetapan...
Maka...
Tak mungkin tiada bercerai...
Manakala sudah hilang pikat...
Yang mampu mengikat erat...
Jerat pun tinggal serat-serat...
Yang tercecer dalam sekat-sekat...

Biarlah jarak pisahkan dua sisi
Yang saling bertolak ingin...
Toh smua tiada yang tak mungkin...
Bila Dia kenankan hendak...

Seiyanya, Hakikat pertemuan...
Hanya untuk tau rasa saat perpisahan...

Sudut temaram
S.F.
101113

SENANDUNG LANGIT Oleh Siti Fatimah

SENANDUNG LANGIT

MENGALUN MERDU SUARAMU...
TEREMBUS ANGIN MENDAYU-DAYU...
BERIRAMA LEMBUTKAN QALBU...
MENITI TIAP GERAK WAKTU

TERKADANG NAFSU MERAYU...
MENGHENTAK-HENTAK...
MENYAMBAR-NYAMBAR...
MENERJANG HINGGA TERKAPAR....

MENANGIS BUMI...
AIR MATANYA MEMBANJIRI HATI....
RASA PILU TERSAYAT SEMBILU...
NAMUN LANGIT TETAP BERSENANDUNG...
SUARANYA NENGHENTAK-HENTAK...
DAN DI DALAM SINI MASIH TRASA SENTAKANNYA...
MELULUHLANTAKKAN....



SUDUT SUNYIKU
FAT
261113

SATU HATI , SATU JIWA Oleh NA SF

SATU HATI SATU JIWA
Duh betapa susah orang yang tak satu hati..
Lebih-lebih jika tak punya Jiwa yang tak satu hati..
Pudar hati lepaskan jiwa tanpa arti...
Seolah hidup tidak berarti...

Keluhuran budi pekerti sangat teguh dan sepenuh hati...
Aktif dan tak Mati ...
Satukan hati Setia berpadu...
Satu akal dengan satu hati...
Itulah satunya hati dalam jiwa insani...

Betapa Hidup, iman yang satu hati dengan iIahi...
Ditenteramkan hatinya bersatu padu...
Jiwa dan hatinya Sangat seti...
Hatinya memuji Sang Ilahi..
Akal pun tak pernah lalai...
Mendengar apa kata hati....

Diikat sangat kuat janji ilahi dalam hati...
Agar hati dalam jiwa tak lupa Diri...
MenJaga hati adalah bukti insan berbudi pekerti...
Malaikat pun senyum berseri...
Turut menemani...

Takdir ilahi menghendaki ketulusan hati...
Dengan cinta sejati.. kemana pun pergi...
Hati tak pernah lupakan Ilahi Robbi...
Dipuji dan diimani tanpa Henti dalam hati...
Dengan keluhuran hati...
Iman pun tak pernah mati, bahkan abadi!!!

Satu hati dalam jiwa...
Tak pernah mengingkari...
Janji kepada diri dan Ilahi Robbi...
Bersemayam dalam hati Sang Zat Ilahi...
Tuk menemani diri...
Selayaknya tiada dua...
Antara hati dan Ilahi Robbi...

Sudut galau
S.F.
031213