Alhamdulillaah...
Akhirnya kalian bisa bersua...
Bertatap dan bercakap...
Berkata dan bercanda...
Pada waktu tiada tentu...
Dengan syarat penuh sayat...
Namun bahagia ikut menyerta...
Syukurku kalian bertemu...
Rindumu bersatu padu...
Beserta rasa mengharu biru...
Menyatu dalam ujud semu....
Hanya orang-orang tertentu...
Yang tau...
Kalian saling merindu...
Duhai, habibillaah...
Wahai, habiballaah...
Berbahagialah Sayang...
Bisa berbincang walau dalam bayang....
Kasih sayang Sang Penyayang...
Izinkan kalian saling sambang....
Trima kasih ya Rabb...
Sujud syukurku
Fat
Buat Anak-anakku NAP & SLP
011213
Senin, 02 Desember 2013
MANUSIA KELAM Oleh Nur Adinda
Datang di keramaian..
Menjadi manusia setengah abadi..
Dan dia dengan ke-egoisan dan kemunafikan..
Bibirnya berucap makna berisi..
Jauh aku terus menjauh..
Apakah benar kebahagian harus ku peluk?
Dan kesedihan harus ku buang?
Aku memang harus pergi disaat bumi menjadi gelap..
Ternyata ia tak melihat..
Ternyata ia hanya kelam gulita..
Yang hanya membicarakan artis -artis bertopeng..
Lalu apakah dia putih?
Bagaimana kalau ia melihat?
Tampak dalam kaca..
Tampak kelam yang dalam dirinya..
Kalau ternyata dia tak putih..
Ia hanya kelam yang dalam..
Berkumpul dengan hitam..
Membentuk kemunafikan..
Atas ke-egoisan yang menganggap bahwa dia putih....
Menjadi manusia setengah abadi..
Dan dia dengan ke-egoisan dan kemunafikan..
Bibirnya berucap makna berisi..
Jauh aku terus menjauh..
Apakah benar kebahagian harus ku peluk?
Dan kesedihan harus ku buang?
Aku memang harus pergi disaat bumi menjadi gelap..
Ternyata ia tak melihat..
Ternyata ia hanya kelam gulita..
Yang hanya membicarakan artis -artis bertopeng..
Lalu apakah dia putih?
Bagaimana kalau ia melihat?
Tampak dalam kaca..
Tampak kelam yang dalam dirinya..
Kalau ternyata dia tak putih..
Ia hanya kelam yang dalam..
Berkumpul dengan hitam..
Membentuk kemunafikan..
Atas ke-egoisan yang menganggap bahwa dia putih....
CINTA SEJATI Oleh NUR ADINDA
Sedari dulu kukatakan semuanya...
Ada cinta yang merekah di hati
Bukan sekedar kobaran yang
meruah....
Membakar jiwa yang melelah...
Dan menanti kepastian yang
memudar...
Arti cinta sejati yang kutemukan
Sejatinya tak ada pada kata-kata....
Tiada melekat dalam samudera..
Dan tenggelam laksanakan
matahari.....
Serta merta merekah bersama
cakrawala....
Cinta sejati adalah yang mengerti....
Mau memahami bahwa dunia itu, sangat berarti....
Dan hilangkan rasa gundah meski mendengki....
Sengat Dunia yang meracun, tiada goresan...
Tapi cinta yang membelai...
Bekasnya kan slalu terukir...
Indah pun buruk rupanya jua...
Namun cnta tak seburuk dari tuah kita.....
Sudut sunyi
NAP
281113
Ada cinta yang merekah di hati
Bukan sekedar kobaran yang
meruah....
Membakar jiwa yang melelah...
Dan menanti kepastian yang
memudar...
Arti cinta sejati yang kutemukan
Sejatinya tak ada pada kata-kata....
Tiada melekat dalam samudera..
Dan tenggelam laksanakan
matahari.....
Serta merta merekah bersama
cakrawala....
Cinta sejati adalah yang mengerti....
Mau memahami bahwa dunia itu, sangat berarti....
Dan hilangkan rasa gundah meski mendengki....
Sengat Dunia yang meracun, tiada goresan...
Tapi cinta yang membelai...
Bekasnya kan slalu terukir...
Indah pun buruk rupanya jua...
Namun cnta tak seburuk dari tuah kita.....
Sudut sunyi
NAP
281113
TMENAFAKURI ALAM Oleh Siti Fatimah
...
1
. Ini lagi ayat-ayat-Mu...
Subhaanallaah....
Lalu...apa mungkin kita menolak..
Uuntuk terus dan terus bersyukur atas karuni-Ny..
Yang telah memberi kita mata untuk bisa membaca ayat-ayat-Nya?
Yang telah memberi kita udara agar kita bisa bernafas dan menghirupnya?
Yang memberi kita kaki untuk kita menjelajahinya? (yang mampu)
Yang memberi kita tangan untuk meraih dan menuliskannya?
Yang memberi kita telinga agar mampu menyimak yang baik-baik....
Yang memberi kita otak agar kita mampu berfikir ..
untuk apa kita dihidupkan? Sedang apa kita di Dunia ini?
Dan hendak kemana kita kembali?
Yang memberi kita segumpal daging yang punya rasa
agar kita saling mengasihi bukan saling menjelekkan...
Agar kita saling menyayangi bukan saling menyakiti....
Agar kita saling mencintai , bukan saling membenci...
Agar kita saluing menasihati, bukan saling memojokkan..
Agar kita saling mengajari, bukan saling menjatuhkan...
Agar kita saling menuntun, bukan saluing menjerumuskan...
Agar kita saling asuh, bukan saling menjauh...
Subhaanallaah....
Lalu...apa mungkin kita menolak..
Uuntuk terus dan terus bersyukur atas karuni-Ny..
Yang telah memberi kita mata untuk bisa membaca ayat-ayat-Nya?
Yang telah memberi kita udara agar kita bisa bernafas dan menghirupnya?
Yang memberi kita kaki untuk kita menjelajahinya? (yang mampu)
Yang memberi kita tangan untuk meraih dan menuliskannya?
Yang memberi kita telinga agar mampu menyimak yang baik-baik....
Yang memberi kita otak agar kita mampu berfikir ..
untuk apa kita dihidupkan? Sedang apa kita di Dunia ini?
Dan hendak kemana kita kembali?
Yang memberi kita segumpal daging yang punya rasa
agar kita saling mengasihi bukan saling menjelekkan...
Agar kita saling menyayangi bukan saling menyakiti....
Agar kita saling mencintai , bukan saling membenci...
Agar kita saluing menasihati, bukan saling memojokkan..
Agar kita saling mengajari, bukan saling menjatuhkan...
Agar kita saling menuntun, bukan saluing menjerumuskan...
Agar kita saling asuh, bukan saling menjauh...
Sudut tafakur
Siti Fatimah
231113
Siti Fatimah
231113
RINDU BUNDA Oleh Nur Adinda
Hiks, bunda…dimana bunda?
Aku telah bangun dari tidur, rasanya lelah sekali.
Seharian kita berjalan-jalan bersama ayah,
Begitu indah, tapi
Tiba-tiba genggaman tanganmu terlepas dariku,
Terdengar suara bising,membuatku lupa
Apakah engkau meninggalkanku bunda?
Aku disini bunda
Aku sudah bangun, ternyata aku bermimpi!
Aku terbangun bersama orang-orang yang tak ku kenal,
Mereka lelap sekali bunda.
Bunda, dimana engkau?
Kenapa engkau tidak melihatku disini,
Aku disini bersama mereka,
Aku takut sendirian,
Aku kedinginan,
Aku lapar dan haus,
Aku mencarimu bunda,
Dimana engkau?
Ohhh….
Bunda ternyata engkau mencariku.
Bundaaaaaaa!!
Bunda kenapa diam,
Tak terdengarkan jeritku memanggilmu?
Bunda?
Apa itu bunda? Oh, engkau menangis..
Mengapa engkau menangis?
Baru kali ini melihatmu menangis,
Engkau selalu tertawa bersamaku,
Meski aku nakal,
Meski aku rewel,
Tetap ceria.
Bunda, jarimu gemetar
Aku menggenggam tanganmu,
Hangat bunda,
Tapi mengapa engkau menatap kaku?
Siapakah itu?
Ya Tuhan, bunda menemukanku!
Bunda,
Jangan menangis,
Jangan bersedih,
Lihat!
Lihatlah senyumku!
Bunda aku tersenyum,
Untukmu...
Dalam cintamu,
aku ingin menjadi payungmu,
menunggumu disini,
di batas waktu nanti.
Senyumlah bunda,
Aku kan pergi dengan mereka,
Meski mereka bukan orang tuaku.
Titip rindu untuk ayah.....
Sudut rindu pada bunda Siti Fatimah
Nur Adinda
6 November 2013
Aku telah bangun dari tidur, rasanya lelah sekali.
Seharian kita berjalan-jalan bersama ayah,
Begitu indah, tapi
Tiba-tiba genggaman tanganmu terlepas dariku,
Terdengar suara bising,membuatku lupa
Apakah engkau meninggalkanku bunda?
Aku disini bunda
Aku sudah bangun, ternyata aku bermimpi!
Aku terbangun bersama orang-orang yang tak ku kenal,
Mereka lelap sekali bunda.
Bunda, dimana engkau?
Kenapa engkau tidak melihatku disini,
Aku disini bersama mereka,
Aku takut sendirian,
Aku kedinginan,
Aku lapar dan haus,
Aku mencarimu bunda,
Dimana engkau?
Ohhh….
Bunda ternyata engkau mencariku.
Bundaaaaaaa!!
Bunda kenapa diam,
Tak terdengarkan jeritku memanggilmu?
Bunda?
Apa itu bunda? Oh, engkau menangis..
Mengapa engkau menangis?
Baru kali ini melihatmu menangis,
Engkau selalu tertawa bersamaku,
Meski aku nakal,
Meski aku rewel,
Tetap ceria.
Bunda, jarimu gemetar
Aku menggenggam tanganmu,
Hangat bunda,
Tapi mengapa engkau menatap kaku?
Siapakah itu?
Ya Tuhan, bunda menemukanku!
Bunda,
Jangan menangis,
Jangan bersedih,
Lihat!
Lihatlah senyumku!
Bunda aku tersenyum,
Untukmu...
Dalam cintamu,
aku ingin menjadi payungmu,
menunggumu disini,
di batas waktu nanti.
Senyumlah bunda,
Aku kan pergi dengan mereka,
Meski mereka bukan orang tuaku.
Titip rindu untuk ayah.....
Sudut rindu pada bunda Siti Fatimah
Nur Adinda
6 November 2013
NILAILAH AKU Oleh n Nur Adinda
بِسْـــــــــــــــــــمِ اَللّهُ ارَّحْمَنِ ارَّحِي
Yaa, Allaah
Nilailah aku dalam kefakiranku...,
Yaa, Allaah
Nilailah aku dalam kefakiranku...,
Dalam kedhoifanku...
Nilai aku yang dzanbi ini...
Ku hanya Ingin Kau dalam Kesendirianku..
Kurindu Kau dalam Kesepianku...
Kupilih Kau di antara mereka yang menyayangi dan mencintaiku...
Mendera tangis ini ketika Kau abaikan...
Yaa, Allaah...
Tersingkapnya pelataran Singgasana-Mu...
Menjadi satu pinta tempatku...
Agar ku bisa Menyempurnakan Sembahku pada-Mu...
Ketika tabir mulai terbuka... dari segala Kekuasaan-Mu,..
Pintaku,
Yaa Allaah...
Jadikan aku tumpahan Rahmat-Mu...ketika kuhidup dan mati..,
Jadikan aku dalam sepiku Menjadi Kawan-Mu...
Jadikan aku dalam Petunjuk-Mu ketika Ku tersesat...
Jadikan aku dalam karunia-Mu menjadi Kekasih-Mu...
Yaa, Allaah
Aku dan Pintaku...
Berserah Haraf PADA-MU
Allahu Robbii
Saat itu .....
Saat yang telah berlalu
Merambah Ramah Indah Dunia...
Menyusur Sunyi Relung Hati...
Dan Aku pun MASIH dalam Pencarianku...
Allaahu Rabbii...
Saat Ini..............
Saat yang sedang berlangsung
Bertanya Dalam Hati. Penuh Keraguan...
Akankah Diri masih Berpijak Kaki...
Esok Cerah yang Masih kunanti
Allaahu Rabbii.
Saat Nanti...
...............Saat yang akan datang
Beribu Ragu Resah Mendayu...
Berjuta Tanya Mulai terasa...
Akankah hidup masih menyapa akan hadirku...
Allaahu, Rabbii...
Kapankah saat itu akan datang...?
Masihkah Jiwa Ini akan Menikmati Kecup Lembut Halus-Mu...?
Dalam Hidupku Menanti Kematian...
Tak Tau kapan Ajal Menjelang...
Allaahu Rabbii...
Ketika Hidup Menanti Mati Dan Ketika Mati Menjelang Menyapa Hidup...
Satu Pinta Menyata Haraf...
Jadikanlah diri ini dalam Naungan-Mu,ketika ku harus Menjalaninya...
Sudut sunyi dalam penantian
NAP
031113
Nilai aku yang dzanbi ini...
Ku hanya Ingin Kau dalam Kesendirianku..
Kurindu Kau dalam Kesepianku...
Kupilih Kau di antara mereka yang menyayangi dan mencintaiku...
Mendera tangis ini ketika Kau abaikan...
Yaa, Allaah...
Tersingkapnya pelataran Singgasana-Mu...
Menjadi satu pinta tempatku...
Agar ku bisa Menyempurnakan Sembahku pada-Mu...
Ketika tabir mulai terbuka... dari segala Kekuasaan-Mu,..
Pintaku,
Yaa Allaah...
Jadikan aku tumpahan Rahmat-Mu...ketika kuhidup dan mati..,
Jadikan aku dalam sepiku Menjadi Kawan-Mu...
Jadikan aku dalam Petunjuk-Mu ketika Ku tersesat...
Jadikan aku dalam karunia-Mu menjadi Kekasih-Mu...
Yaa, Allaah
Aku dan Pintaku...
Berserah Haraf PADA-MU
Allahu Robbii
Saat itu .....
Saat yang telah berlalu
Merambah Ramah Indah Dunia...
Menyusur Sunyi Relung Hati...
Dan Aku pun MASIH dalam Pencarianku...
Allaahu Rabbii...
Saat Ini..............
Saat yang sedang berlangsung
Bertanya Dalam Hati. Penuh Keraguan...
Akankah Diri masih Berpijak Kaki...
Esok Cerah yang Masih kunanti
Allaahu Rabbii.
Saat Nanti...
...............Saat yang akan datang
Beribu Ragu Resah Mendayu...
Berjuta Tanya Mulai terasa...
Akankah hidup masih menyapa akan hadirku...
Allaahu, Rabbii...
Kapankah saat itu akan datang...?
Masihkah Jiwa Ini akan Menikmati Kecup Lembut Halus-Mu...?
Dalam Hidupku Menanti Kematian...
Tak Tau kapan Ajal Menjelang...
Allaahu Rabbii...
Ketika Hidup Menanti Mati Dan Ketika Mati Menjelang Menyapa Hidup...
Satu Pinta Menyata Haraf...
Jadikanlah diri ini dalam Naungan-Mu,ketika ku harus Menjalaninya...
Sudut sunyi dalam penantian
NAP
031113
AKH, KAU !!! Oleh Siti Fatimah
Akh, kau !!!!
Kau angkat aku....
Tinggiiiiiiiiiiiii sekali....
Hingga dapat kuraih awan nan biru....
Kupetik bintang nan cantik .....
Kugenggam rembulan dalam dekapan.....
Lalu.....
Tanpa belas kasih.....
Kau lemparkan aku ke jurang tercuram....
Hingga tubuhku hancur luluh....
Tulangku remuk tak berbentuk....
Jubahku bersimbah darah....
Kau...
Pergi dan berlari...
Menepi dari Dunia ini...
Dan tak kembali... .
Sudut sunyiku
S.F.
281013
Kau angkat aku....
Tinggiiiiiiiiiiiii sekali....
Hingga dapat kuraih awan nan biru....
Kupetik bintang nan cantik .....
Kugenggam rembulan dalam dekapan.....
Lalu.....
Tanpa belas kasih.....
Kau lemparkan aku ke jurang tercuram....
Hingga tubuhku hancur luluh....
Tulangku remuk tak berbentuk....
Jubahku bersimbah darah....
Kau...
Pergi dan berlari...
Menepi dari Dunia ini...
Dan tak kembali... .
Sudut sunyiku
S.F.
281013
Langganan:
Postingan (Atom)

