Kamis, 12 Desember 2013

JEJAK di DUNIA MAYA Oleh Nur Adinda

Pada kesempatan yang tak terduga
Pada Sebuah dunia yang tak nyata
Kita dipertemukan Olehnya
Untuk menjalin sebuah ikatan Ukhwah Islamiyah
Demi tegaknya kalimat Allah
—
Begitu banyak Pesan yang tertangkap
Dari setiap tulisan yang diungkap
Walau terkadang fikiran tak dapat menjawab
Tapi hati selalu Akrab
—
Kau selalu perlihatkan senyum terindah
Dan kata-kata penuh makna
Menyemangati ketika duka melanda
Memberi angin segar ketika putus asa
Untuk seseorang yang belum tentu ada
Pada sebuah ikatan Dunia maya
—
Kata-kata mu penggugah Jiwa
Kalimat yang terjalin penuh sastra
Doa yang terucap penuh kharisma
Senyum terungkap penentram jiwa
Dari mu bak seorang pujangga
—
Ketika Aku mulai bangkit dari keterpurukan
Ku kembali merangkai impian
Demi sebuah tentangan masa depan
Kau kirim pesan sebagai doa dan harapan
Yang ternyata Pesan terakhir sebelum menjumpai Tuhan
—
Kubiarkan wajah ini dibasuhi air mata
Kembali Termangu di hening senja
Mencoba Mengeja samarnya goresan makna
Sehingga dapat membuat aku terkesima
Saat ku coba lacak jejak yang ada
Lalu terukir sebuah prasangka di sana
—
Tanyaku tak henti menyumbat denyut nadi
Ku terpaku Menepaki altar kehidupanmu yang Suci
Ketika Senja Mulai menyelimuti
Pada lembaran kisah berbingkai ini
—
Kini kembali Kucari-cari…
Di pelabuhan tempat perahu dulu kutambat
Jejak-jejak tak akan menghilang
Ombak tak akan mampu menghapus tanda yang
KAU gores di pasir kala itu!
Isyarat yang dulu kau tinggalkan
Pada dinding tua lumuran
Tak akan sirna begitu saja
Memang tak ada yang tahu…
Kecuali hanya desiran ombak
Yang jadi saksi bisu!
—
Terima kasih Teman
Atas segala Pembelajaran hidup yang kau ciptakan
Merupakan sebuah pelajaran yang tak ternilai harganya
Akhirnya jejak sejarah yang ada
Memberi makna akan sucinya Cinta
Hanyalah Milik Allah........



Aa and KAK PUTRI Nur Adinda ................
Ponti,121213

PANORAMA ALAM.... Oleh Siti Fatimah


Subhaanallaah.. walhamdulillaah...
Setelah setiap hari tersuguhi kehirukpikukan kota...
Saatnya memanjakan mata dengan panorama alam nan indah
Yang terbentang luas di depan mata...
Foto: Subhaanallaah.. walhamdulillaah...
Setelah setiap hari tersuguhi kehirukpikukan kota...
Saatnya memanjakan mata dengan panorama alam nan indah 
Terbentang luas di depan mata dengan udaranya yang sejuk dan suasana yang nyaman....

Terima kasih ya Allaah.. atas karunia indra yang Engkau anugrahkan pada raga dhaif nan fakir dan dzanbi ini...
hingga kami mampu menikmati kebesaran-Mu...
Mata kami masih jelas memandang keindahan ini.....
Raga kami Kau mampukan menyusuri lembah dan bukit yang Kau suguhkan...
Sujud kami hanya pada-Mu ya Rabb...
Tiada yang lain yang mampu menyingkirkan-Mu dari jiwa raga kami...

Yaa, Ghafuur...Ampunkan bila kami pernah lalai akan kewajibaan kami sebagai makhlu-Mu nan lemah...
Maafkan kami yang sempat alpa dan lupa ,yaa Afaww...

Yaa,Rahiim...
Dalam hidup kami...
Hanya Rahmat dan ridla-Mu yang kami rindu...
Jangan pernah Engkau tinggalkan kami ya Rahmaa...
Aamiin...Udaranya nan sejuk membelai wajah lelah...
Suasana nyaman menyelusup ke relung jiwa yang gersang ...

Entah...ada haru diam-diam menggelitik hati...
Saat bincang dalam bisu.bersahutan...
Lalu luruhlah bening asin di pipi yang kering terbakar...

Wahai..Engkau pemberi segala kenikmatan...
Terima kasihku tak cukup....
Tuk menyatakan rasa syukurku pada-Mu, ya Allaah....
Atas karunia indra yang Engkau anugrahkan...
Pada raga dhaif nan fakir dan dzanbi ini...
Hingga kami mampu menikmati kebesaran-Mu...

Mata kami masih jelas memandang keindahan ini.....
Raga kami Kau mampukan...
Tuk menyusuri lembah dan bukit yang Kau suguhkan...
Sujud kami hanya pada-Mu ya Rabb...
Sebagai rasa syukurku pada-Mu...
Tiada yang lain yang mampu menyingkirkan-Mu...
Dari jiwa raga kami...

Yaa, Ghafuur...
Ampunkan kami...
Bila pernah lalai akan kewajibaan kami...
Sebagai makhlu-Mu nan lemah...
Maafkan kami yang sempat alpa dan lupa ,yaa Afaww...

Yaa,Rahiim...
Dalam hidup kami...
Hanya Rahmat dan ridla-Mu yang kami rindu...
Jangan pernah Engkau tinggalkan kami ya Rahmaa...
Aamiin...




Sudut Sunyiku
SitiF atimah
05102013

FATIMAH Oleh RiezaAbdillah RomeoRomantique

RiezaAbdillah RomeoRomantique
    
          FATIMAH

Kekasih...
Kucoba sesaat mengingat masa..
ketika kisah terkenang dengan bening yang menggenang...

********************
Lantang, tegas, tegap bagai orasi...
Menatap semua seperti tumpukan terasi...
Menganggap pikiran lain terlihat basi...
Melumat keyakinan mereka menjadi sangsi...

Tapi...
Entah apa yang telah membuatku layu...
Di saat kata-kata rancak berapi-api ...
Dikala bara dada menyala-nyala ...
menepis
menyangkal
mencecar
menyerang
Kemudian lemah dalam sepatah katamu....

Air mataku berlinang....
Kata-kata yang rancak berapi-api...
Bungkam...
Bara dada yang menyala-nyala
Redup...
Tepis
Sangkal
Cecar
Serang
Hanyut dalam lembut hatimu...
....
....

Dimana lihai lidah yang dibanggakan...
Kemana keras hati yang diagungkan...
Sekejap lenyap, senyap...

Bersamamu...
Aku mengerti akan manusia yang memanusiakan manusia...



“Fatimah”
06 Des 2013

Sabtu, 07 Desember 2013

PERJALANAN NAN PANJANG Oleh Putri Nur Adinda

Aku melangkah kaki menyusuli
Jalan² yang berliku…
Penuh dengan duri berbisa…
Sehingga hatiku terluka
Terguris tanpa disedari…
Aku teruskan perjalanan ini
Walaupun semakin aku berjalan
Aku semakin jauh dari destinasi yg dituju…
Ku cuba kuatkan semangat…
Hari semakin kelam… malam mula menjelma
Aku masih sendiri mencari arah…
mencari arah tujuan
yang entah ke mana harus ku bawa diri

kaki semakin lemah…
badan semakin lesu…
aku tiada upaya meneruskan perjalanan
dah berapa kali aku jatuh tersungkur…
ku pujuk hati bangkit perlahan²….
Meneruskan perjalanan yg tiada penghujungnya ini…

Terlalu jauh perjalanan ini ku lalui…
Hati semakin rasa siksanya…
Tapi aku tidak lupa berdoa pada Illahi
Berikan aku kekuatan
Moga masih ada sisa² semangat juang
Untuk ku teruskan hingga ke noktah terakhir…
Aku percaya…
Ada sesuatu menantiku…
Aku terus bersabar… walaupun ku sendirian
Tanpa teman bicara…
Tanpa sahabat meluah kata…
Hanya pada Allah tempat aku mengadu
Moga ada benih kejayaan menantiku di hadapan
Insya-Allah……


Sudut Sunyi
Nur Adinda
041213

CEMBURU Oleh Siti Fatimah

Lembutnya kau ucap...

"Maafkanlah aku yang tlah
mendua..."

Lalu...Ada nyala... terbakar...
Hangus...

Didih darah, menggelegak.....
Mengguncang dahsyat, dada...
Kutahan dengan pejam mata...

Lembut kuucap kata...

"Siapakah dia, kekasihku?"

Pelan, kau buka dompet...

"Ini, lebih cantik darimu..."

Pelan, kutengok gambar....
Mata membelalak....
Dari sudutnya ada yang meleleh,
panas...

Perlahan kujatuhkan tubuhku....

Terasa hangat dekapnya,...

Kurasa...aku jatuh CINTA lagi pada orang yang sama..
Yang entah untuk keberapa kali...

"Trima kasih, Tuhan,...
Kekasihku tetap setia..."

Sedang dompetku tak pernah ada fotonya...

Sudut CINTA
S.F.
041213

DI BALIK AWAN HITAM... Putri Nur Adinda


"Awan Desember akan hitam"
Begitulah bisiknya di penghujung November...
Tak kuhiraukan...
Berharap desember ini ceria
Seperti nyanyian Sang pujangga
Dan kemudian lamat-lamat lolongan anjing dari kejauhan
Mengiringi awan di awal desember ini..

Hitam..
Kelam..
Merampas separuh jiwa
Bahagia dan tawa
Menyeret aku..dia..mereka..
Dalam pusaran kepedihan
Memaksa kami tuk menutup sebuah kisah hidup
dengan senyum berselimut air mata...

Benarlah awan desember ini hitam
Dan ketakutan itu merasuki sudut gelap logika ini..
Jauh sebelumnya...
Kepedihan yang dibawa sang awan
Pernah menggerogoti hati ini
Dalam dimensi yang masih tak ku pahami...
Ketika itu...beribu tanya menghujam logika
Dan kini semua seolah terjawab
Dengan kehadiran awan hitam di awal desember ini...

"Awan desember masih hitam.."
Begitu bisiknya berulang kali
Saat kupikir semuanya telah usai
Namun..semakin ku ingkari keberadaannya..
bisikan itu semakin kuat...

Dan pandanganku terpaku pada sosok lemah tak ada daya...
Menahan sakit yang menggerogoti tubuhnya yg pernah kekar...
Ketakutanku bukan pada keberadaan suara-suara itu..
Ketakutanku ada pada kebenaran suara-suara itu...
Batinku tetap tersenyum seolah tak mendengarnya
Tapi perputaran masa dalam menyajikan realita
semakin mengantarku pada titik kebenaran bisikan itu...

Tuhan...ku anggap ini anugerah dari-Mu...
Ku mohon...jika ini benar pemberian terindah-Mu
Sertakanlah kekuatan dan kesabaran di dalamnya..
Jangan biarkan diri ini menjadi pecundang dalam ketakutan.............



Sudut sunyi
Nur Adinda
Ponti,071213

Senin, 02 Desember 2013

KEPADA-MU TUK MENGADU

Betapa aku harus mengungkap...
Kepada-Mu tuk mengadu...
Sungguh besar dosa-dosa ini
Tak terukur walau sewindu...

Kini aku sadar akan hakiki...
Hidup bukan sekedar emosi...
Yang tak kunjung puaskan diri...
Yang kan hilangkan jati diri...

Kini aku bersujud,
Dengan kerendahan aku memohon
Beri kesempatan mengubah diri....
Sebatas desah nafas ini menanti...

Gema panggilan-Mu mengusik iman...
Betapa mudah diri meninggalkan-Mu...
Mabuk tuk memburu angan dunia
Sampai terpuruk di lembah duka...

Sudut sunyiku