Rabu, 30 Oktober 2013

KALA BUMI BERGETAR OLEH N.A.M.B.

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Yaa, Allaah...
Tuhan Semesta Alam yang Maha Pengampun segala khilaf ...
Saat hujan menghantam Bumi...biur Alam mencekam…
Kilat dan halilitar saling bersahutan...
Guruh guntur nan menggelegar...
Engkau selalu hadir bawa lentara tuk hidupkan cahaya yang redam…
Membahana ... Bumi serasa kan runtuh...
Memaksaku berjalan tertatih menjerat pedih luka&rintih…
Menahan sasaran nanah penuh resah berjalan lemah terpaku dalam bisu …

Kala durja dosa-dosa telah bersimbah..
Darah mengalir bagai desir pasir yang tak dapat kuusir…
Di bawah atap meratap tertutup rapat.,
Ku bersujud menghadap-Mu....
Mulut mencercap lafal penuh keringat...
Dosa yang sering ku buat tapi tak pernah kubertaubat…
Luka dan hina masih menyatu hingga ku malu bertingkah dengan petuah..
Menyesal pun ku tak pernah…
Hati ku bergetar kala dosa mengantar lepas dari kebenaran…
Teriak lantang menantang dan kutahu Engkau selalu mendengar…
Hati ku meronta-ronta di tengah gelombang asa yg melanda..

Yaa, Allaah,,
Ampunilah hamba-Mu ini yang lupa mensyukuri atas rahmat-Mu..
Yang lalai menjalankan perintah-Mu dan tak pernah menjauhi larangan-Mu,

Yaa, Allaah…
Sesungguhnya Engkaulah sang pemilik ampunan…
Bila Engkau campakanku... kepada siapaku berharap selain kepada-Mu ?
Ku bersujud menghadap-Mu ..Meminta belas kasih-Mu...
Jangan Engkau tutup pintu taubat-Mu sebelum ajal menjemput ku…

Yaa, Robb...

Deru pasir menampar nafas seakan tersengal..
Terhempas dalam lautan dosaku…
Angan terjerat liuk langkah melambat menyisir hidup penuh jerat…
Engkau selalu ada untuk pintu taubat...

Allaahu akbar.. Allaahu akbar..!!!

Ketika jiwa mulai jatuh karena terpaan hidup..
Engkau selalu menjadi api semangat yg tak pernah meredup..
Mesti bibir ini sering melumat janji tak pernah menepati…

Mesti tangan ini sering ancungkan jari
Sesungguhnya engkaulah sang pemilik hati…
Hanya kepada-Mu kami hidup & mati...
Di mana tempat ku mengadu? Kalau bukan kepada-Mu…?

Yaa, Robb...
Saat ini ku berserah diri ,bersujud di hadapan-Mu…
'Tuk memohon ampun atas dosa-dosaku…
Jangan Kau tutup pintu-Mu tukku bertaubat...

Sebelum Kau ampuni smua dosaku….

Sudut sunyi
N.A.M.B.
301013

FADHILLAH KEBENINGAN HATI Oleh Nur Adinda Putri

Sungguh beruntung bagi siapapun yang mampu menata qolbunya menjadi bening, jernih, bersih, dan selamat.
Sungguh berbahagia dan mengesankan bagi siapapun sekiranya memiliki qolbu yang
tertata, terpelihara, dan terawatdengan sebaik-baiknya.
Karena selain senantiasa merasakan kelapangan, ketenangan, ketenteraman, kesejukan, dan indahnya hidup di Dunia ini, pancaran kebeningan hati pun akan tersemburat pula dari indahnya setiap aktivitas yang dilakukan.

Betapa tidak, orang yang hatinya tertata dengan baik, wajahnya akan jauh lebih jernih. Bagai embun
menggelayut di ujung dedaunan di pagi hari yang cerah lalu terpancari sejuknya sinar mentari pagi; jernih,bersinar, sejuk, dan menyegarkan.
Tidak berlebihan jika setiap orang akan merasa nikmat menatap pemilik wajah yang cerah, ceria,
penuh sungging senyuman tulus seperti ini.
Begitu pula ketika berkata, kata-katanya akan bersih dari melukai,
Jauh dari kata-kata yang menyombongkan diri, terlebih lagi ia terpelihara dari kata-kata riya,
 

Subhanallah. Setiap butir kata yang keluar dari lisannya yang telah tertata dengan baik ini, akan terasa sarat dengan hikmah, sarat dengan makna, dan sarat akan manfaat.
Tutur katanya bernas dan berharga.
Inilah buah dari gelegak keinginan di lubuk hatinya yang paling dalam untuk senantiasa membahagiakan orang lain.
 

Kesehatan tubuh pun terpancari pula oleh kebeningan hati, buah dari kemampuannya menata qolbu.
Detak jantung menjadi terpelihara, tekanan darah terjaga, ketegangan berkurang,dan kondisi diri yang
senantiasa diliputi kedamaian. Tak berlebihan jika tubuh pun menjadi lebih sehat, lebih segar, dan lebih fit.
Tentu saja tubuh yang sehat dan segar seperti ini akan jauh lebih memungkinkan untuk berbuat banyak kepada umat.
 

Orang yang bening hati, akal pikirannya pun akan jauh lebih jernih. Baginya tidak ada waktu untuk berpikir jelek sedetik pun jua. Apalagi berpikir untuk menzhalimi orang lain, sama sekali
tidak terlintas dibenaknya. 

Waktu baginya sangat berharga. Mana mungkin sesuatu yang berharga digunakan untuk hal-hal yang tidak berharga? Sungguh suatu kebodohan yang tidak terkira.

Karenanya dalam menjalani setiap detik yang dilaluinya ia pusatkan segala kemampuannya untuk
menyelesaikan setiap tugas hidupnya.
Tak berlebihan jika orang yang berbening hati seperti ini akan lebih mudah memahami setiap
permasalahan, lebih mudah menyerap aneka ilmu pengetahuan, dan lebih cerdas dalam melakukan
beragam kreativitas pemikiran.

Subhanallah, bening hati ternyata telah membuahkan aneka solusi optimal dari kemampuan akal
pikirannya. Walhasil, orang yang telah tertata hatinya adalah orang yang telah berhasil merintis tapak demi tapak jalan ke arah kebaikan tidak mengherankan ketika iag menjalin hubungan dengan sesama manusia pun menjadi sesuatu yang teramat mengesankan.

Hatinya yang bersih membuat terpancar darinya akhlak yang indah mempesona, rendah hati, dan
penuh dengan kesantunan.
Siapapun yang berjumpa akan merasakan kesan yang mendalam,, Siapapun yang bertemu akan
memperoleh aneka mamfaat kebaikan, bahkan ketika berpisah sekalipun, orang seperti ini menjadi
buah kenangan yang tak mudah dilupakan.

Dan, Subhanallah, lebih dari semua itu, kebeningan hati pun ternyata dapat membuat hubungan dengan Allaah menjadi luar biasa manfaatnya. Dengan berbekal keyakinan yang mendalam,
mengingat dan menyebut-Nya
Setiap saat, meyakini dan mengamalkan ayat-ayat-Nya, membuat hatinya menjadi tenang dan tenteram. Konsekuensinya, dia pun menjadi lebih akrab dengan Allaah, ibadahnya lebih terasa nikmat dan lezat.

Begitu pula do’a-do’anya menjadi luar biasa mustajabnya. Mustajabnya do’a
tentu akan menjadi solusi bagi persoalan-persoalan hidup yang di hadapinya.
Dan yang paling luar biasa adalah karunia perjumpaan dengan Allaah Azza wa Jalla di akhirat kelak,
Allaahu Akbar!!!

Pendek kata orang yang bersih hati itu, luar biasa nikmatnya, Luar biasa bahagianya, dan luar biasa mulianya.
Tidak hanya di dunia ini, tapi juga di akhirat kelak.

Tidak rindukah kita memiliki hati yang bersih?

Subhaanallaah....     

   
Sudut Hati NAP
251013

Ya Allaah... beningkanlah hati kami...
Jangan pernah Engkau riakkan hati kami ya Rabbi...

DUNIA LAKSANA BUAIAN MIMPI... Oleh Nur Adinda

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Dunia Laksana Buaian Mimpi......

Apa pun yang kita dapati di Dunia tak lebih bagaikan mimpi.
Alangkah rugi bila kita menjauhkan diri kita dalam keaslian sejati.
Amat keliru dalam memilih hidup bila HANYA Dunia yang kita idamkan setiap hari.
Adakah amal yang terbaik untuk hidup abadi di hari nanti?
Aduhai ruginya mereka yang tak sadarkan diri,
Adakah pemilik hati yang paling setia menemani diri sejati?

Janganlah berduka bila suatu saat nanti diminati oleh hi hi DƗƗiƗƗiƗƗi ƗƗiƗƗi ƗƗiƗƗi:D.
Aduhai betapa kelirunya pilih teman sendiri dalam sunyi sepi..,
Adakah kita sudah menghindari dari si hi hi hi di dalam hati?
Mari bersegeralah bahagiakan hati dengan lingkungan yang penuh penyeru ilahi Robbi.

Sudut sunyi
011013

T A K U T Oleh Siti Fatimah

Astaghfirullaahal'aziim...

Tersentak!
Lalu...
BerLoncatanlah rangkaian mutiara...
Berserakan pada tapak jejak..
Yang terserap di sela sajadah...
Merah dan basah
Gundah juga resah

Rabb,
Kau tau kan yg berkecamuk ini?
TAKUT!
Kumohon,Jangan tinggalkan kami...
Kau tau,Sujud dan sembah kami HANYA pada-Mu
Tuntunlah kami menuju-Mu
Hanya itu mauku!
Dan..
Biarkan yg luruh ini hanya karena TAKUT kpd-Mu

Sudut sunyiku
S.Fatimah
240913

A Y A H Oleh N.A.S.F

Ayah......

Tak rapuh diburu waktu
Tak lapuk dikucur peluh
Tak retak dipanggang surya
Tak ciut di hujan batu
Tak berderai diterpa badai
Ia terus berjalan
Berjuang...

Setiap detik berharga baginya
Setiap detik adalah nafas anak-anaknya
Setiap detik adalah mimpi-mimpinya
Melihat anaknya tumbuh penuh gelak ceria...
Melihat anaknya gembira ke sekolah
Melihat anaknya menikah...
Hidup suka cita...

Di pundak ayah...
Anak bergelayutan...
Pekerjaan membeban
Penat sangat ia rasakan
Sesak dada ditubi cobaan...
Kadang perih tak tertahankan

Namun,
Air mata itu mahal baginya
Menyerah itu pantang lagaknya...
Angkuh pada putus asa

Hingga tua
Ia tetap tegak perkasa
Memamerkan senyum bersahaja
Isyarat menenangkan di balik mata
Menghapuskan kecemasan
Penuh perlindungan meyakinkan...

All0h...
Kutitipkan ia dan bundaku pada-Mu..
Jaga mereka ya, Rabb...

Sudut Sunyi
220913

AKU MENCARI dan TERUS MENCARI Oleh Siti Fatimah dan Nur Adinda

Aku menepi di sudut sunyi...
Mencoba merangkai yang masih ada...
Dalam alunan jiwa tanpa suara..,.
Mengharap sebuah harapan akan menghampiri lagi...

Aku mencari???
Dimana mawar???
Dimana melati???
Dimana teratai???
Kini...Indahnya tak lagi menjelma

Aku mencari....
Siapa mentari???
Siapa bintang???
Siapa malaikat kecil???
Yang akan menberi cahaya pada sudut sepiku lagi

kapalku tlah karam pada samudra tak bertepi...
Penjuru tak lagi tampak...
Yang ada hanya fatamorgana hidup...

Bayang-bayang masa lalu menjadi hidup...
Segala kekhawatiran akan masa depan...
Menyelimuti perjalanan...liwati samudra hidup...
Mengiringiku menuju sudut-sudut sepi penuh keraguan...

Andai hidup bagai roda...
Kuingin berputar kembali ke titik awal..tapi...
Ini hidup di Dunia pana...
Tak ada kata MENUNGGU...
Tuk sesuatu yang telah dan akan berlaku...

Sudur sunyiku..
M.B.
161013
—

BERJUANGLAH SAHABATKU.... Oleh Siti Fatimah

Lihatlah telapak tanganmu...
Ada garis-garis kehidupan di sana...
Sekarang genggamlah tanganmu....

Di mana gari-garis itu..???

Semua garis ada dalam genggamanmu...
Artinya....
Apapun taqdir dan kehidupanmu kelak..
Semua dalam genggamanmu sendiri...

iIulah rahasia sukses...

Berjuang...
Berusaha keras...
Demi menentukan nasib sendiri...

Dan.. lihatlah kembali genggaman tanganmu...
Lihatlah di tiap ujungnya...
Ternyata masih ada garis yang tak tergenggam...

Itulah garis hidup yg di luar kendalimu...
Di sana terletak kekuatan Illahi...
Kita takkan mampu menaklukkannya...

Maka....
Genggam dan perjuangkalah...
Apa yg menjadi bagianmu...
Dengan kerja keras...
Serta kesungguhan hati...

Namun...

Janganlah lupa...
Bawalah semua itu pada Illahi...
Karena hanya atas kehendak-Nya kita bisa...
Sukses slalu....
Dan tetap dalam ridho Illahi...

Aamiin Ya, Allaah Ya, Robbal'aalamiin..

Sudut sunyiku bersamanya
171013