Sabtu, 28 Juli 2012

MENUNGGU

Meletihkan, membosankan bahkan menyakitkan. Tapi, dia adalah ciptaan Allah subuhanahu wa ta’la.

Inilah kenyataan tentang ....'MENUNGGU'.....

Sekalipun orang berusaha untuk lari dan menjauh darinya, menunggu tetap akan bergabung dalam frame hidup seseorang.
Dia akan ikut berbaur dalam warna hidup seseorang sebab memang tujuan penciptaannya sebagai penguji kualitas keimanan seseorang.

Memang tidak mudah untuk menunggu, tidak semudah kita mengucapkannya.

Tapi kita tak boleh untuk tidak berusaha mencontoh manusia-manusia mulia yang diciptakan Allah dalam usaha mereka untuk menunggu. Jika kita adil melihat, hampir tidak ada cela pada kesudahan menunggu sebab endingnya adalah kebahagiaan.

Lihatlah........!

Adakah yang dapat mengalahkan kebahagiaan Nabi Zakariyya ‘alaihi salam yang menyaksikan kelahiran buah hatinya Yahya ‘alaihi salam setelah berpuluh-puluh tahun ia berdo’a dan menunggu kepada Allah Jalla wa ‘Ala?

Lihatlah pula......!

Maryam ‘alaihi salam, adakah yang mengalahkan kebahagiaannya saat ia menyaksikan kelahiran Nabi Isa ‘alaihi salam setelah lama menunggunya?

Juga ketegaran Hajaar Ummu Isma’il yang setia menunggu sang suami tercinta Ibrahim ‘alaihi salam yang buahnya adalah kebahagiaan tiada terkira.

Lalu kebahagiaan Nabi Ayyub alaihi salam yang diuji dengan penyakit menular, berdoa dan setia menunggu hingga tujuh tahun lebih.

Dan resapi pula kebahagiaan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam beserta kaum muslimin yang setia menunggu datangnya penaklukkan kota Mekkah. Bukankah semua adalah buah dari setia mereka menunggu............?

Begitulah,........

semua keahagiaan itu didapat setelah dilanda kesulitan. Meraka menuainya setelah melewati musim paceklik.
Menuggu memang butuh kekuatan. Tidak sedikit keraguan datang menghantui dan melemahkan hati. Tidak ketinggalan juga kekhawatiran membisikkan kata-kata yang merapuhkan tiang istiqaamah. Keyakinan dan cara menjaga hati yang baik dengan rahmat dari-Nya mampu menyapu bersih semua cobaan tersebut.
__________________________________________________________________

BERSABARLAH................

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji? Dan sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al-Ankabut: 2-3)

BERSYUKURLAH...............

“Karena sesudah kesulitan pasti ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5-6)

“Dan sesungguhnya kelapangan pasti datang setelah kesempitan, dan sesungguhnya bersama kesulitan pasti disudahi dengan kemudahan.” (HR. Ahmad dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 6806)

SADARILAH............

“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada yang berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum kafir.” (QS. Yusuf: 87)

Jangan bersedih,.........

“Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS. Ath-Thalaq: 7)

BERTAQWALAH............

“Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS. Ath-Thalaq: 4)

“Sesungguhnya perintah Allah apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, “Jadilah!” maka terjadilah ia.” (QS. Yasin: 82)

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya.” (QS. Al-Hadiid: 22)
_____________________________________________________________________


Semoga Allah meneguhkan keimanan kita dan memberikan kemudahan beramal shaleh kepada kita semua.
Bagi kita yang sedang menanti....Menunggu....., semoga Allah senantiasa menjaga keistiqamahan kita pada Diinul mubarakah ini.

Jangan bosan menunggu –kebaikan- !! ^^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar