Rabu, 15 Agustus 2012

ISTIRAH Oleh ABAH ALITT


Istirah

Saat ini saja
dan sebentar saja
Aku ingin berhenti sejenak
Istirah dari lalu-lalangnya segala cerita
Diam dari geliatnya keinginan yang menguras tenaga
Membiarkan saja….
Aku ingin berbaring rata dengan tanah
Berdiam saja dibiarkan sejarah….
Menjadi kaku…
Menjadi batu..
Menghabiskan cerita malam...
Mereguk habis segala doa-doa,,,
Merapat menuju keheningan
Mereka-reka keinginan yang tersimpan…
Tak jelas segala tanda...
Mengantarkan segala tanya...
Akan aroma kisah esok yang tiba..
Apakah masih bersedia meminang gairah..
Menimang resah setelah malam melipat letih....
Menuju dan memungut suatu kesadaran?

Wajah dalam pandangan kosong menyaput aruh
Seperti menampak segala rupa menari kuasai letih
Mencumbui segala angan di paruh ribuan nafas yang terhela
Tenggelam dalam istirah yang telah melangkah
Beriak dalam gejolak di keheningan yang pekak
Seperti disentak kemustahilan membeli mentari
dan menempatkannya lekat-lekat di antara temaram.
Dan ujung lidah nyaris membakar malam
Sebelum sadar merampungkan dan
Melipat dalam kumalnya malam
.
.
.
.
Abah Alit
Garut,150712

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar