Senin, 06 Agustus 2012

Jiwaku pada Ramadhan

Ramadhan ini ada yang menghentak-hentak
Bergejolak dalam jiwa penuh haraf
Menyeliksik pada semua yang berlalu
Pada kenangan Ramadan-ramadhan lewat
Pada setiap usap yang pernah terseraf

Bak' air mata yang lelap di muara kepedihannya
Seperti itulah nganga lukaku terbaring di pesisir senja
Aku tak ingin siapa pun memahami rasa sakitku
Biarlah ia terlelap di sana
Dalam bening-bening asin yang tiap saat mengucur deras
Menemui kesunyian bersama-Nya

Adalah Engkau yang slalu hidup dalam untaian kata indah
Berpuisi melantunkan cinta dan kasih dalam semesta
Dalam rasa jiwa yang mendamba insan nan taqwa
Mengalun mendayu-dayu dalam gejolak jiwa Sang perindu

Senyum manismu masih tersimpan walau kini ada senyum lain
Ya senyum dinginmu membekukanku hingga gigil menggelutuk
Merajam-rajam yang sangat dalam karena dosaku

Untuk kenangan indah-Mu..
Slalu syukurku tak pernah luntur
Dan semua menjadi surga rahasia
Tempat besemayamnya semua mineral cinta.

Sepasang netraku adalah malam tnpa cahaya..
Agar dalam gelap yang paling buta pun aku masih bisa menatap-Mu
Agar dalam sepi yang paling senyap pun aku masih bisa merasakan-Mu

Kau yang berjalan menyisiri kata hati-Mu
Di ufuk sana ada aku dalam batas bayang..
Menatap-Mu dalam do'a tak terbosan
Jangan pernah lelah tuk terus berkarya
Merebakkan harum taman - taman hati

Di sini.. kuisi hariku meliwati untaian tasbih
Dan kulantunkan Syair-syair indah dari ayat-ayat-Mu
Tuk merngisi sepuluh terakhir Ramadhan ini
Dan kulantunkan harafku pada-Mu
Ampuni dan maafkan aku atas salah dan hilapku..
Rahmati aku..bersama Ridha-Mu..
Ramadhanku..Jangan tinggalkan aku
Denganmu, Ramadhan.. jiwaku tentram..

Mutiara Bening
Cjr,070712

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar