Jumat, 01 Juni 2012

H A R U

Pagi nan bening...
Seorang ibu sedang menyusuri jalan beraspal yang tak begitu mulus dengan cepat.. Ingin menghindari sinar yang sebentar lagi 'kan menyengat wajahnya yang mulai keriput.....

Dalam lamunannya terbayang..yang akan menerima paket yang baru saja dikirimkan akan kecewa saat tau apa yang diterimanya... Ya, hanya pakaian bekas ngantornya dulu sebelum berganti dengan baju gombrangnya kini....

Bekas tetaplah bekas walau baru dua kali dicuci... Betapa ingin dia memberikan yang baru namun keuangannya menjelang pensiun banyak berkurang karena untuk menutupi utang-utang ke temannya..
Dia bersyukur tak memiliki utang ke bank seperti yang lain yang kadang membuatnya bergidik jika mengingat dan berfikir dialah yang punya utang tsb.

''Bu... Bu....! Tiba-tiba terdengar seseorang memanggilnya... Ibu itu pun menolehkan wajahnya... Di depannya berdiri seoang laki-laki sekitar 33 tahunan.. Sosoknya mengingatkannya pada salah seorang anaknya, kurus..dengan wajah tirus..

Dilihatnya pria itu menjinjing kantong kresek hitam...

''Ya..ada apa ?'' tanyanya keheranan karena dia tak mengenal pria tersebut....

''Ini, Bu, saya mau jual beras...!'' jawab sang pria pelan... Kening si ibu berkerut..
Jadi yg dibawanya itu beras dan mau dijualnya ? Pikirnya.

''Untuk biaya istri saya ke bidan, Bu..'' lanjut sang pria sebelum si ibu menanyakan...

'' Berapa kilo semuanya ? Berapa harganya ?'' Tanya si ibu... Sambil mengira-ngira.. Pikirnya paling beratnya sekitar 2 kg atau lebih dikit..

'' Berasnya sih sedikit, Bu. tapi saya perlu uang 48 ribu.. Kata Bu bidan harus segera diobati agar darahnya tak banyak keluar..!'' dia menjelaskan..

''Sakit apa istrimu, Nak ?'' tanya sang ibu penasaran.,.

''Istri saya terpeleset, Bu.. Sedangkan dia lagi hamil 3 bulan anak pertama kami..'' jawabnya lirih...

Haru menjalari hati si ibu tua..lalu tak trasa ada bening di matanya.... Terbayang bila kejadian seperti itu menimpa anaknya.. ya , Allaah.. Aku tak tega..
Serunya dalam hati..

Dia ambil dompetnya.. Di sana terselip selembar 50 ribu. Hanya selembar itu yang ada di dompetnya.. Sedang di sakunya ada 19.700 kembalian ngirim paket tadi.. Alhamdulillaah ada buat pulangku nantidan ongkos kuliah bungsunya besok 15 ribu...!
Serunya dalam hati..

Uang disodorkannya pada pria itu yang segera sibuk mencari kembalian 2 ribu sambil menyodorkan kantong kreseknya..

'' Di rumahmu ada beras ?'' tanya si ibu..

''Gak ada, Bu.. Biarlah hari ini saya puasa..'' jawabnya pelan...

''Benarkah apa yang engkau katakan itu,Nak ?'' Tanya si ibu penuh selidik...

''Demi Allaah, Bu....bila saya bohong....'' Dst. Dst..menyumpahi diri sediri..
''Saya berjanji akan mendo'akan ibu di tiap saya selesai shalat.. '' suaranya bergetar... Dan haru si ibu makin menjadi-jadi... Sekuatnya dia tahan air bening yang mulai tergenang di sudut mata keriputnya...

''Bawalah beras ini ke rumahmu,Nak.. Moga istrimu cepat pulih dan kandungannya terselamatkan.. Salam buat istrimu,ya..!'' sambil dikembalikan lagi kantong yang tadi sempat berpidah tangan sebentar..

''Gak apa-apa, Bu.. Biarlah saya puasa..''
sang pria masih mencoba menolak beras yang disodorkan si ibu...

''Tidak, Nak. Bawalah kembali berasmu ..'' Si ibu maksa..

Tiba-tiba sang pria merangkul tangan si ibu sambil menciumnya

''Sudahlah gak apa-apa..cepatlah pulang. Kasian istrimu menunggumu !'' Sambil ditepuk-tepuknya pundak pria itu menyuruhnya pulang..

Lalu dengan cepat si ibu membalikkan badan setelah mendo'akan si pria itu dan..tak mau menoleh lagi..takut ketahuan yang tadi ditahannya akan segera tumpah ruah.. Ya, dia menangis..membayangkan keadaan keluarga pria muda tersebut dan berandai-andai.. Andai seperti itu terjadi pada dirinya atau keluarganya... Jangan sampai ya, Allaah...pekiknya dalam hati.

Ingat pria tadi, hatinya berdo'a.. Bila yang dilakukan pria tadi benar, semoga ada dalam rahmat-Nya.. Istrinya kembali sehat..dan mereka diberi kesabaran,,
Namun bila yang dilakukannya adalah modus baru untuk menipu, semoga secepatnya Allaah menyadarkannya.. Dan yang lebih si ibu inginkan, adalah kejadian seperti itu tidak menimpa anak-anaknya baik di nyata atau di dumay..

Aamiin ya Allaah...
.
.
.
.
WFB
Bdg, 29052012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar