Kamis, 07 Juni 2012

RINDU TERPENDAM REY FADILLAAH FAJRI

Bila jemariku tlah membatu
dan tak dapat lagi menulis tentang debur dan riakmu
maka hidupkanlah ia
seperti reremang lilin dihatimu
yang membumbung lewat do'a
dan memeram sunyinya ..
..
kutiada mengerti mengapa
sekali akan melangkah jatuh lagi
kutiada menduga mengapa
yang membuatku duka
adalah
membuatku gelisah

suatu itu terbang
ketika ingin kuraih
suatu itu kandas dan karam
dan wajah itu semakin menawan
oleh setipis senyuman

biarlah dia buat simpatiku selamanya
dan biarlah dia hanya hadir
dalam lamunan dan angan yang tersisa
didalam rindu yang terpendaM


Bogor, 070612

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar