Rabu, 10 Juli 2013

SAAT AJAL MENJEMPUT Krya PUTRI NUR ADINDA

Sahabat... Ketika ajal menjemputku nanti, kuharap ada bias-bias kebaikan amal yang sedia menemaniku.

Ketika maut merenggutku nanti, ku ingin bersandar pada tirai warna pelangi bertudung sutra senja dari ketulusan budi dengan iman di hati sebagai bekal yang akan ku bawa nanti.

Ketika malaikat maut mengunjungiku nanti di atas pembaringan jasad, kunanti bimbinganmu menuntun lafadz thayyibah nan indah.

Ketika sakaratul maut nanti, meski tak sempat sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan kepadamu sahabat. Sebentar lagi akan sirna semua nikmat duniawi, beberapa detik lagi tak 'kan kau jumpai senyum, canda, bahkan tangis dari raut muka kotor ini. Hanya berharap semoga ikatan yang dijalin di atas pondasi cinta dan benci semata karena Allah bisa mempertemukan kita di syurga nanti.

Janganlah bersedih hati atas prahara ini.. Hapus air matamu.. Aku akan menunggumu karena pasti suatu saat nanti kau akan menyusulku. Ambillah kebaikan dari ikatan ini supaya manfaatnya masih bisa kudapati, dan aku berharap engkau tidak menceritakan kepada orang- orang atas keburukan yang telah aku lakukan selama hidupku. Ku nanti syafaatmu, ketika malaikat penjaga neraka meluluh-lantahkan ragaku dan membakar kulit tipis ku, supaya aku bisa merasakan wangian syurga bersamamu.

Saat jasadku diusung di dalam keranda berbalut harum kenanga dan melati, do’akan aku. Semoga setelah kau kuburkan nanti, dengan Rahmat dan belas kasih-Nya bisa kujawab pertanyaan-pertanyaan dari kedua malaikat itu. Agar lapang kuburku, supaya tak kualami penyempitan kubur yang akan meremukkan tulang-tulang rusukku.

Salam kesejahteraan kusampaikan untukmu... Bagimu masih ada waktu memperbaiki diri dan memperbanyak amal shalih. Sekarang waktuku hampir habis, aku akan merindukan saat kita larut dalam sedu tangisan dzikir malam itu....




Di atas pembaringan Rumah Sakit Antonius Pontianak, 11 Juli 2013

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar