Sabtu, 10 Maret 2012

Masih adakah rasa indah itu ? Tanya gelora jiwa Padanya? Padanya.. Entahlah.. Padanya? Ada. Pada-Nya.. Padanya? Padanya? Padanya? Oh,Dia telah lari bersama kabut di pagi hari fitri Biarlah.. Telah biasa kubersepi..tak usah disesali.. Yang terjadi, terjadilah. Biar luka tlah bernanah darah Dan nganganya telah berwarna merah Tak perlu risau Galau hnya bagi mereka yang suka mengigau.. Tak perlu sembabkan mata.. Tak perlu menjadi kuyu dan layu Tak perlu menderita apa lagi merana Tak perlu terluka apa lagi berduka.. Pasrah,ikhlas..itu yg harus slalu tertanam dalam jiwa fitrimu Lihat, langit tak lagi panas membara Ada awan yang jatuhkan rintik, yang basahnya lembabkan nurani Yang Kilaunya silaukan netra Yang derasnya aliri sungai Lihat ranting itu tak lagi meranggas.. Ia tlah kembali hijau rindang... Lihat hutan itu Ia tlah kembali menjadi jamrut meneduhkan.. Dan kau..? Tenanglah... Semua akan kembali.. Dengan tenang atau gelisah Dengan senyuman atau tangisan Dengan lapang atau sempit.. Dengan seri atau buram.. dan... Sendiri... Sunyi.. Sepi..tanpa daya..ditemani yang melata dan menyakitkan tak terperi.. Masih haruskah sesal? Oh, Tidak...! Mari kita pasrah.. Ikhlas...akan semua ketetapan-Nya.. Kepada-Nya kita bersujud memohon ridha dan maghfirah-Nya.. Dan kepada-Nya kita akan kembali.. Ya, Alloh.. Aku berlindung pada-Mu dari duka cita dan kesusahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kikir dan dari penindasan manusia serta Istiqamahkanlah aku hingga berakhir husnul khatimah.. Aamiin ya Alloh.. Ya Mujiib... Cjr, Cmh Masih adakah rasa indah itu ? Tanya gelora jiwa Padanya? Padanya.. Entahlah.. Padanya? Ada. Pada-Nya.. Padanya? Padanya? Padanya? Oh,Dia telah lari bersama kabut di pagi hari fitri Biarlah.. Telah biasa kubersepi..tak usah disesali.. Yang terjadi, terjadilah. Biar luka tlah bernanah darah Dan nganganya telah berwarna merah Tak perlu risau Galau hnya bagi mereka yang suka mengigau.. Tak perlu sembabkan mata.. Tak perlu menjadi kuyu dan layu Tak perlu menderita apa lagi merana Tak perlu terluka apa lagi berduka.. Pasrah,ikhlas..itu yg harus slalu tertanam dalam jiwa fitrimu Lihat, langit tak lagi panas membara Ada awan yang jatuhkan rintik, yang basahnya lembabkan nurani Yang Kilaunya silaukan netra Yang derasnya aliri sungai Lihat ranting itu tak lagi meranggas.. Ia tlah kembali hijau rindang... Lihat hutan itu Ia tlah kembali menjadi jamrut meneduhkan.. Dan kau..? Tenanglah... Semua akan kembali.. Dengan tenang atau gelisah Dengan senyuman atau tangisan Dengan lapang atau sempit.. Dengan seri atau buram.. dan... Sendiri... Sunyi.. Sepi..tanpa daya..ditemani yang melata dan menyakitkan tak terperi.. Masih haruskah sesal? Oh, Tidak...! Mari kita pasrah.. Ikhlas...akan semua ketetapan-Nya.. Kepada-Nya kita bersujud memohon ridha dan maghfirah-Nya.. Dan kepada-Nya kita akan kembali.. Ya, Alloh.. Aku berlindung pada-Mu dari duka cita dan kesusahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kikir dan dari penindasan manusia serta Istiqamahkanlah aku hingga berakhir husnul khatimah.. Aamiin ya Alloh.. Ya Mujiib... Cjr, Cmh Masih adakah rasa indah itu ? Tanya gelora jiwa Padanya? Padanya.. Entahlah.. Padanya? Ada. Pada-Nya.. Padanya? Padanya? Padanya? Oh,Dia telah lari bersama kabut di pagi hari fitri Biarlah.. Telah biasa kubersepi..tak usah disesali.. Yang terjadi, terjadilah. Biar luka tlah bernanah darah Dan nganganya telah berwarna merah Tak perlu risau Galau hnya bagi mereka yang suka mengigau.. Tak perlu sembabkan mata.. Tak perlu menjadi kuyu dan layu Tak perlu menderita apa lagi merana Tak perlu terluka apa lagi berduka.. Pasrah,ikhlas..itu yg harus slalu tertanam dalam jiwa fitrimu Lihat, langit tak lagi panas membara Ada awan yang jatuhkan rintik, yang basahnya lembabkan nurani Yang Kilaunya silaukan netra Yang derasnya aliri sungai Lihat ranting itu tak lagi meranggas.. Ia tlah kembali hijau rindang... Lihat hutan itu Ia tlah kembali menjadi jamrut meneduhkan.. Dan kau..? Tenanglah... Semua akan kembali.. Dengan tenang atau gelisah Dengan senyuman atau tangisan Dengan lapang atau sempit.. Dengan seri atau buram.. dan... Sendiri... Sunyi.. Sepi..tanpa daya..ditemani yang melata dan menyakitkan tak terperi.. Masih haruskah sesal? Oh, Tidak...! Mari kita pasrah.. Ikhlas...akan semua ketetapan-Nya.. Kepada-Nya kita bersujud memohon ridha dan maghfirah-Nya.. Dan kepada-Nya kita akan kembali.. Ya, Alloh.. Aku berlindung pada-Mu dari duka cita dan kesusahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kikir dan dari penindasan manusia serta Istiqamahkanlah aku hingga berakhir husnul khatimah.. Aamiin ya Alloh.. Ya Mujiib... Cjr, Cmh Masih adakah rasa indah itu ? Tanya gelora jiwa Padanya? Padanya.. Entahlah.. Padanya? Ada. Pada-Nya.. Padanya? Padanya? Padanya? Oh,Dia telah lari bersama kabut di pagi hari fitri Biarlah.. Telah biasa kubersepi..tak usah disesali.. Yang terjadi, terjadilah. Biar luka tlah bernanah darah Dan nganganya telah berwarna merah Tak perlu risau Galau hnya bagi mereka yang suka mengigau.. Tak perlu sembabkan mata.. Tak perlu menjadi kuyu dan layu Tak perlu menderita apa lagi merana Tak perlu terluka apa lagi berduka.. Pasrah,ikhlas..itu yg harus slalu tertanam dalam jiwa fitrimu Lihat, langit tak lagi panas membara Ada awan yang jatuhkan rintik, yang basahnya lembabkan nurani Yang Kilaunya silaukan netra Yang derasnya aliri sungai Lihat ranting itu tak lagi meranggas.. Ia tlah kembali hijau rindang... Lihat hutan itu Ia tlah kembali menjadi jamrut meneduhkan.. Dan kau..? Tenanglah... Semua akan kembali.. Dengan tenang atau gelisah Dengan senyuman atau tangisan Dengan lapang atau sempit.. Dengan seri atau buram.. dan... Sendiri... Sunyi.. Sepi..tanpa daya..ditemani yang melata dan menyakitkan tak terperi.. Masih haruskah sesal? Oh, Tidak...! Mari kita pasrah.. Ikhlas...akan semua ketetapan-Nya.. Kepada-Nya kita bersujud memohon ridha dan maghfirah-Nya.. Dan kepada-Nya kita akan kembali.. Ya, Alloh.. Aku berlindung pada-Mu dari duka cita dan kesusahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kikir dan dari penindasan manusia serta Istiqamahkanlah aku hingga berakhir husnul khatimah.. Aamiin ya Alloh.. Ya Mujiib... Cjr, Cmh Masih adakah rasa indah itu ? Tanya gelora jiwa Padanya? Padanya.. Entahlah.. Padanya? Ada. Pada-Nya.. Padanya? Padanya? Padanya? Oh,Dia telah lari bersama kabut di pagi hari fitri Biarlah.. Telah biasa kubersepi..tak usah disesali.. Yang terjadi, terjadilah. Biar luka tlah bernanah darah Dan nganganya telah berwarna merah Tak perlu risau Galau hnya bagi mereka yang suka mengigau.. Tak perlu sembabkan mata.. Tak perlu menjadi kuyu dan layu Tak perlu menderita apa lagi merana Tak perlu terluka apa lagi berduka.. Pasrah,ikhlas..itu yg harus slalu tertanam dalam jiwa fitrimu Lihat, langit tak lagi panas membara Ada awan yang jatuhkan rintik, yang basahnya lembabkan nurani Yang Kilaunya silaukan netra Yang derasnya aliri sungai Lihat ranting itu tak lagi meranggas.. Ia tlah kembali hijau rindang... Lihat hutan itu Ia tlah kembali menjadi jamrut meneduhkan.. Dan kau..? Tenanglah... Semua akan kembali.. Dengan tenang atau gelisah Dengan senyuman atau tangisan Dengan lapang atau sempit.. Dengan seri atau buram.. dan... Sendiri... Sunyi.. Sepi..tanpa daya..ditemani yang melata dan menyakitkan tak terperi.. Masih haruskah sesal? Oh, Tidak...! Mari kita pasrah.. Ikhlas...akan semua ketetapan-Nya.. Kepada-Nya kita bersujud memohon ridha dan maghfirah-Nya.. Dan kepada-Nya kita akan kembali.. Ya, Alloh.. Aku berlindung pada-Mu dari duka cita dan kesusahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kikir dan dari penindasan manusia serta Istiqamahkanlah aku hingga berakhir husnul khatimah.. Aamiin ya Alloh.. Ya Mujiib... Cjr, Cmh Masih adakah rasa indah itu ? Tanya gelora jiwa Padanya? Padanya.. Entahlah.. Padanya? Ada. Pada-Nya.. Padanya? Padanya? Padanya? Oh,Dia telah lari bersama kabut di pagi hari fitri Biarlah.. Telah biasa kubersepi..tak usah disesali.. Yang terjadi, terjadilah. Biar luka tlah bernanah darah Dan nganganya telah berwarna merah Tak perlu risau Galau hnya bagi mereka yang suka mengigau.. Tak perlu sembabkan mata.. Tak perlu menjadi kuyu dan layu Tak perlu menderita apa lagi merana Tak perlu terluka apa lagi berduka.. Pasrah,ikhlas..itu yg harus slalu tertanam dalam jiwa fitrimu Lihat, langit tak lagi panas membara Ada awan yang jatuhkan rintik, yang basahnya lembabkan nurani Yang Kilaunya silaukan netra Yang derasnya aliri sungai Lihat ranting itu tak lagi meranggas.. Ia tlah kembali hijau rindang... Lihat hutan itu Ia tlah kembali menjadi jamrut meneduhkan.. Dan kau..? Tenanglah... Semua akan kembali.. Dengan tenang atau gelisah Dengan senyuman atau tangisan Dengan lapang atau sempit.. Dengan seri atau buram.. dan... Sendiri... Sunyi.. Sepi..tanpa daya..ditemani yang melata dan menyakitkan tak terperi.. Masih haruskah sesal? Oh, Tidak...! Mari kita pasrah.. Ikhlas...akan semua ketetapan-Nya.. Kepada-Nya kita bersujud memohon ridha dan maghfirah-Nya.. Dan kepada-Nya kita akan kembali.. Ya, Alloh.. Aku berlindung pada-Mu dari duka cita dan kesusahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kikir dan dari penindasan manusia serta Istiqamahkanlah aku hingga berakhir husnul khatimah.. Aamiin ya Alloh.. Ya Mujiib... Cjr, Cmh Masih adakah rasa indah itu ? Tanya gelora jiwa Padanya? Padanya.. Entahlah.. Padanya? Ada. Pada-Nya.. Padanya? Padanya? Padanya? Oh,Dia telah lari bersama kabut di pagi hari fitri Biarlah.. Telah biasa kubersepi..tak usah disesali.. Yang terjadi, terjadilah. Biar luka tlah bernanah darah Dan nganganya telah berwarna merah Tak perlu risau Galau hnya bagi mereka yang suka mengigau.. Tak perlu sembabkan mata.. Tak perlu menjadi kuyu dan layu Tak perlu menderita apa lagi merana Tak perlu terluka apa lagi berduka.. Pasrah,ikhlas..itu yg harus slalu tertanam dalam jiwa fitrimu Lihat, langit tak lagi panas membara Ada awan yang jatuhkan rintik, yang basahnya lembabkan nurani Yang Kilaunya silaukan netra Yang derasnya aliri sungai Lihat ranting itu tak lagi meranggas.. Ia tlah kembali hijau rindang... Lihat hutan itu Ia tlah kembali menjadi jamrut meneduhkan.. Dan kau..? Tenanglah... Semua akan kembali.. Dengan tenang atau gelisah Dengan senyuman atau tangisan Dengan lapang atau sempit.. Dengan seri atau buram.. dan... Sendiri... Sunyi.. Sepi..tanpa daya..ditemani yang melata dan menyakitkan tak terperi.. Masih haruskah sesal? Oh, Tidak...! Mari kita pasrah.. Ikhlas...akan semua ketetapan-Nya.. Kepada-Nya kita bersujud memohon ridha dan maghfirah-Nya.. Dan kepada-Nya kita akan kembali.. Ya, Alloh.. Aku berlindung pada-Mu dari duka cita dan kesusahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kikir dan dari penindasan manusia serta Istiqamahkanlah aku hingga berakhir husnul khatimah.. Aamiin ya Alloh.. Ya Mujiib... Cjr, Cmh Masih adakah rasa indah itu ? Tanya gelora jiwa Padanya? Padanya.. Entahlah.. Padanya? Ada. Pada-Nya.. Padanya? Padanya? Padanya? Oh,Dia telah lari bersama kabut di pagi hari fitri Biarlah.. Telah biasa kubersepi..tak usah disesali.. Yang terjadi, terjadilah. Biar luka tlah bernanah darah Dan nganganya telah berwarna merah Tak perlu risau Galau hnya bagi mereka yang suka mengigau.. Tak perlu sembabkan mata.. Tak perlu menjadi kuyu dan layu Tak perlu menderita apa lagi merana Tak perlu terluka apa lagi berduka.. Pasrah,ikhlas..itu yg harus slalu tertanam dalam jiwa fitrimu Lihat, langit tak lagi panas membara Ada awan yang jatuhkan rintik, yang basahnya lembabkan nurani Yang Kilaunya silaukan netra Yang derasnya aliri sungai Lihat ranting itu tak lagi meranggas.. Ia tlah kembali hijau rindang... Lihat hutan itu Ia tlah kembali menjadi jamrut meneduhkan.. Dan kau..? Tenanglah... Semua akan kembali.. Dengan tenang atau gelisah Dengan senyuman atau tangisan Dengan lapang atau sempit.. Dengan seri atau buram.. dan... Sendiri... Sunyi.. Sepi..tanpa daya..ditemani yang melata dan menyakitkan tak terperi.. Masih haruskah sesal? Oh, Tidak...! Mari kita pasrah.. Ikhlas...akan semua ketetapan-Nya.. Kepada-Nya kita bersujud memohon ridha dan maghfirah-Nya.. Dan kepada-Nya kita akan kembali.. Ya, Alloh.. Aku berlindung pada-Mu dari duka cita dan kesusahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kikir dan dari penindasan manusia serta Istiqamahkanlah aku hingga berakhir husnul khatimah.. Aamiin ya Alloh.. Ya Mujiib... Cjr, Cmh Masih adakah rasa indah itu ? Tanya gelora jiwa Padanya? Padanya.. Entahlah.. Padanya? Ada. Pada-Nya.. Padanya? Padanya? Padanya? Oh,Dia telah lari bersama kabut di pagi hari fitri Biarlah.. Telah biasa kubersepi..tak usah disesali.. Yang terjadi, terjadilah. Biar luka tlah bernanah darah Dan nganganya telah berwarna merah Tak perlu risau Galau hnya bagi mereka yang suka mengigau.. Tak perlu sembabkan mata.. Tak perlu menjadi kuyu dan layu Tak perlu menderita apa lagi merana Tak perlu terluka apa lagi berduka.. Pasrah,ikhlas..itu yg harus slalu tertanam dalam jiwa fitrimu Lihat, langit tak lagi panas membara Ada awan yang jatuhkan rintik, yang basahnya lembabkan nurani Yang Kilaunya silaukan netra Yang derasnya aliri sungai Lihat ranting itu tak lagi meranggas.. Ia tlah kembali hijau rindang... Lihat hutan itu Ia tlah kembali menjadi jamrut meneduhkan.. Dan kau..? Tenanglah... Semua akan kembali.. Dengan tenang atau gelisah Dengan senyuman atau tangisan Dengan lapang atau sempit.. Dengan seri atau buram.. dan... Sendiri... Sunyi.. Sepi..tanpa daya..ditemani yang melata dan menyakitkan tak terperi.. Masih haruskah sesal? Oh, Tidak...! Mari kita pasrah.. Ikhlas...akan semua ketetapan-Nya.. Kepada-Nya kita bersujud memohon ridha dan maghfirah-Nya.. Dan kepada-Nya kita akan kembali.. Ya, Alloh.. Aku berlindung pada-Mu dari duka cita dan kesusahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kikir dan dari penindasan manusia serta Istiqamahkanlah aku hingga berakhir husnul khatimah.. Aamiin ya Alloh.. Ya Mujiib... Cjr, Cmh Masih adakah rasa indah itu ? Tanya gelora jiwa Padanya? Padanya.. Entahlah.. Padanya? Ada. Pada-Nya.. Padanya? Padanya? Padanya? Oh,Dia telah lari bersama kabut di pagi hari fitri Biarlah.. Telah biasa kubersepi..tak usah disesali.. Yang terjadi, terjadilah. Biar luka tlah bernanah darah Dan nganganya telah berwarna merah Tak perlu risau Galau hnya bagi mereka yang suka mengigau.. Tak perlu sembabkan mata.. Tak perlu menjadi kuyu dan layu Tak perlu menderita apa lagi merana Tak perlu terluka apa lagi berduka.. Pasrah,ikhlas..itu yg harus slalu tertanam dalam jiwa fitrimu Lihat, langit tak lagi panas membara Ada awan yang jatuhkan rintik, yang basahnya lembabkan nurani Yang Kilaunya silaukan netra Yang derasnya aliri sungai Lihat ranting itu tak lagi meranggas.. Ia tlah kembali hijau rindang... Lihat hutan itu Ia tlah kembali menjadi jamrut meneduhkan.. Dan kau..? Tenanglah... Semua akan kembali.. Dengan tenang atau gelisah Dengan senyuman atau tangisan Dengan lapang atau sempit.. Dengan seri atau buram.. dan... Sendiri... Sunyi.. Sepi..tanpa daya..ditemani yang melata dan menyakitkan tak terperi.. Masih haruskah sesal? Oh, Tidak...! Mari kita pasrah.. Ikhlas...akan semua ketetapan-Nya.. Kepada-Nya kita bersujud memohon ridha dan maghfirah-Nya.. Dan kepada-Nya kita akan kembali.. Ya, Alloh.. Aku berlindung pada-Mu dari duka cita dan kesusahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kikir dan dari penindasan manusia serta Istiqamahkanlah aku hingga berakhir husnul khatimah.. Aamiin ya Alloh.. Ya Mujiib... Cjr, Cmh Masih adakah rasa indah itu ? Tanya gelora jiwa Padanya? Padanya.. Entahlah.. Padanya? Ada. Pada-Nya.. Padanya? Padanya? Padanya? Oh,Dia telah lari bersama kabut di pagi hari fitri Biarlah.. Telah biasa kubersepi..tak usah disesali.. Yang terjadi, terjadilah. Biar luka tlah bernanah darah Dan nganganya telah berwarna merah Tak perlu risau Galau hnya bagi mereka yang suka mengigau.. Tak perlu sembabkan mata.. Tak perlu menjadi kuyu dan layu Tak perlu menderita apa lagi merana Tak perlu terluka apa lagi berduka.. Pasrah,ikhlas..itu yg harus slalu tertanam dalam jiwa fitrimu Lihat, langit tak lagi panas membara Ada awan yang jatuhkan rintik, yang basahnya lembabkan nurani Yang Kilaunya silaukan netra Yang derasnya aliri sungai Lihat ranting itu tak lagi meranggas.. Ia tlah kembali hijau rindang... Lihat hutan itu Ia tlah kembali menjadi jamrut meneduhkan.. Dan kau..? Tenanglah... Semua akan kembali.. Dengan tenang atau gelisah Dengan senyuman atau tangisan Dengan lapang atau sempit.. Dengan seri atau buram.. dan... Sendiri... Sunyi.. Sepi..tanpa daya..ditemani yang melata dan menyakitkan tak terperi.. Masih haruskah sesal? Oh, Tidak...! Mari kita pasrah.. Ikhlas...akan semua ketetapan-Nya.. Kepada-Nya kita bersujud memohon ridha dan maghfirah-Nya.. Dan kepada-Nya kita akan kembali.. Ya, Alloh.. Aku berlindung pada-Mu dari duka cita dan kesusahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kikir dan dari penindasan manusia serta Istiqamahkanlah aku hingga berakhir husnul khatimah.. Aamiin ya Alloh.. Ya Mujiib... Cjr, Cmh Masih adakah rasa indah itu ? Tanya gelora jiwa Padanya? Padanya.. Entahlah.. Padanya? Ada. Pada-Nya.. Padanya? Padanya? Padanya? Oh,Dia telah lari bersama kabut di pagi hari fitri Biarlah.. Telah biasa kubersepi..tak usah disesali.. Yang terjadi, terjadilah. Biar luka tlah bernanah darah Dan nganganya telah berwarna merah Tak perlu risau Galau hnya bagi mereka yang suka mengigau.. Tak perlu sembabkan mata.. Tak perlu menjadi kuyu dan layu Tak perlu menderita apa lagi merana Tak perlu terluka apa lagi berduka.. Pasrah,ikhlas..itu yg harus slalu tertanam dalam jiwa fitrimu Lihat, langit tak lagi panas membara Ada awan yang jatuhkan rintik, yang basahnya lembabkan nurani Yang Kilaunya silaukan netra Yang derasnya aliri sungai Lihat ranting itu tak lagi meranggas.. Ia tlah kembali hijau rindang... Lihat hutan itu Ia tlah kembali menjadi jamrut meneduhkan.. Dan kau..? Tenanglah... Semua akan kembali.. Dengan tenang atau gelisah Dengan senyuman atau tangisan Dengan lapang atau sempit.. Dengan seri atau buram.. dan... Sendiri... Sunyi.. Sepi..tanpa daya..ditemani yang melata dan menyakitkan tak terperi.. Masih haruskah sesal? Oh, Tidak...! Mari kita pasrah.. Ikhlas...akan semua ketetapan-Nya.. Kepada-Nya kita bersujud memohon ridha dan maghfirah-Nya.. Dan kepada-Nya kita akan kembali.. Ya, Alloh.. Aku berlindung pada-Mu dari duka cita dan kesusahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kikir dan dari penindasan manusia serta Istiqamahkanlah aku hingga berakhir husnul khatimah.. Aamiin ya Alloh.. Ya Mujiib... Cjr, Cmh Masih adakah rasa indah itu ? Tanya gelora jiwa Padanya? Padanya.. Entahlah.. Padanya? Ada. Pada-Nya.. Padanya? Padanya? Padanya? Oh,Dia telah lari bersama kabut di pagi hari fitri Biarlah.. Telah biasa kubersepi..tak usah disesali.. Yang terjadi, terjadilah. Biar luka tlah bernanah darah Dan nganganya telah berwarna merah Tak perlu risau Galau hnya bagi mereka yang suka mengigau.. Tak perlu sembabkan mata.. Tak perlu menjadi kuyu dan layu Tak perlu menderita apa lagi merana Tak perlu terluka apa lagi berduka.. Pasrah,ikhlas..itu yg harus slalu tertanam dalam jiwa fitrimu Lihat, langit tak lagi panas membara Ada awan yang jatuhkan rintik, yang basahnya lembabkan nurani Yang Kilaunya silaukan netra Yang derasnya aliri sungai Lihat ranting itu tak lagi meranggas.. Ia tlah kembali hijau rindang... Lihat hutan itu Ia tlah kembali menjadi jamrut meneduhkan.. Dan kau..? Tenanglah... Semua akan kembali.. Dengan tenang atau gelisah Dengan senyuman atau tangisan Dengan lapang atau sempit.. Dengan seri atau buram.. dan... Sendiri... Sunyi.. Sepi..tanpa daya..ditemani yang melata dan menyakitkan tak terperi.. Masih haruskah sesal? Oh, Tidak...! Mari kita pasrah.. Ikhlas...akan semua ketetapan-Nya.. Kepada-Nya kita bersujud memohon ridha dan maghfirah-Nya.. Dan kepada-Nya kita akan kembali.. Ya, Alloh.. Aku berlindung pada-Mu dari duka cita dan kesusahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kikir dan dari penindasan manusia serta Istiqamahkanlah aku hingga berakhir husnul khatimah.. Aamiin ya Alloh.. Ya Mujiib... Cjr, Cmh Masih adakah rasa indah itu ? Tanya gelora jiwa Padanya? Padanya.. Entahlah.. Padanya? Ada. Pada-Nya.. Padanya? Padanya? Padanya? Oh,Dia telah lari bersama kabut di pagi hari fitri Biarlah.. Telah biasa kubersepi..tak usah disesali.. Yang terjadi, terjadilah. Biar luka tlah bernanah darah Dan nganganya telah berwarna merah Tak perlu risau Galau hnya bagi mereka yang suka mengigau.. Tak perlu sembabkan mata.. Tak perlu menjadi kuyu dan layu Tak perlu menderita apa lagi merana Tak perlu terluka apa lagi berduka.. Pasrah,ikhlas..itu yg harus slalu tertanam dalam jiwa fitrimu Lihat, langit tak lagi panas membara Ada awan yang jatuhkan rintik, yang basahnya lembabkan nurani Yang Kilaunya silaukan netra Yang derasnya aliri sungai Lihat ranting itu tak lagi meranggas.. Ia tlah kembali hijau rindang... Lihat hutan itu Ia tlah kembali menjadi jamrut meneduhkan.. Dan kau..? Tenanglah... Semua akan kembali.. Dengan tenang atau gelisah Dengan senyuman atau tangisan Dengan lapang atau sempit.. Dengan seri atau buram.. dan... Sendiri... Sunyi.. Sepi..tanpa daya..ditemani yang melata dan menyakitkan tak terperi.. Masih haruskah sesal? Oh, Tidak...! Mari kita pasrah.. Ikhlas...akan semua ketetapan-Nya.. Kepada-Nya kita bersujud memohon ridha dan maghfirah-Nya.. Dan kepada-Nya kita akan kembali.. Ya, Alloh.. Aku berlindung pada-Mu dari duka cita dan kesusahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kikir dan dari penindasan manusia serta Istiqamahkanlah aku hingga berakhir husnul khatimah.. Aamiin ya Alloh.. Ya Mujiib... Cjr, Cmh Masih adakah rasa indah itu ? Tanya gelora jiwa Padanya? Padanya.. Entahlah.. Padanya? Ada. Pada-Nya.. Padanya? Padanya? Padanya? Oh,Dia telah lari bersama kabut di pagi hari fitri Biarlah.. Telah biasa kubersepi..tak usah disesali.. Yang terjadi, terjadilah. Biar luka tlah bernanah darah Dan nganganya telah berwarna merah Tak perlu risau Galau hnya bagi mereka yang suka mengigau.. Tak perlu sembabkan mata.. Tak perlu menjadi kuyu dan layu Tak perlu menderita apa lagi merana Tak perlu terluka apa lagi berduka.. Pasrah,ikhlas..itu yg harus slalu tertanam dalam jiwa fitrimu Lihat, langit tak lagi panas membara Ada awan yang jatuhkan rintik, yang basahnya lembabkan nurani Yang Kilaunya silaukan netra Yang derasnya aliri sungai Lihat ranting itu tak lagi meranggas.. Ia tlah kembali hijau rindang... Lihat hutan itu Ia tlah kembali menjadi jamrut meneduhkan.. Dan kau..? Tenanglah... Semua akan kembali.. Dengan tenang atau gelisah Dengan senyuman atau tangisan Dengan lapang atau sempit.. Dengan seri atau buram.. dan... Sendiri... Sunyi.. Sepi..tanpa daya..ditemani yang melata dan menyakitkan tak terperi.. Masih haruskah sesal? Oh, Tidak...! Mari kita pasrah.. Ikhlas...akan semua ketetapan-Nya.. Kepada-Nya kita bersujud memohon ridha dan maghfirah-Nya.. Dan kepada-Nya kita akan kembali.. Ya, Alloh.. Aku berlindung pada-Mu dari duka cita dan kesusahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kikir dan dari penindasan manusia serta Istiqamahkanlah aku hingga berakhir husnul khatimah.. Aamiin ya Alloh.. Ya Mujiib... Cjr, Cmh Masih adakah rasa indah itu ? Tanya gelora jiwa Padanya? Padanya.. Entahlah.. Padanya? Ada. Pada-Nya.. Padanya? Padanya? Padanya? Oh,Dia telah lari bersama kabut di pagi hari fitri Biarlah.. Telah biasa kubersepi..tak usah disesali.. Yang terjadi, terjadilah. Biar luka tlah bernanah darah Dan nganganya telah berwarna merah Tak perlu risau Galau hnya bagi mereka yang suka mengigau.. Tak perlu sembabkan mata.. Tak perlu menjadi kuyu dan layu Tak perlu menderita apa lagi merana Tak perlu terluka apa lagi berduka.. Pasrah,ikhlas..itu yg harus slalu tertanam dalam jiwa fitrimu Lihat, langit tak lagi panas membara Ada awan yang jatuhkan rintik, yang basahnya lembabkan nurani Yang Kilaunya silaukan netra Yang derasnya aliri sungai Lihat ranting itu tak lagi meranggas.. Ia tlah kembali hijau rindang... Lihat hutan itu Ia tlah kembali menjadi jamrut meneduhkan.. Dan kau..? Tenanglah... Semua akan kembali.. Dengan tenang atau gelisah Dengan senyuman atau tangisan Dengan lapang atau sempit.. Dengan seri atau buram.. dan... Sendiri... Sunyi.. Sepi..tanpa daya..ditemani yang melata dan menyakitkan tak terperi.. Masih haruskah sesal? Oh, Tidak...! Mari kita pasrah.. Ikhlas...akan semua ketetapan-Nya.. Kepada-Nya kita bersujud memohon ridha dan maghfirah-Nya.. Dan kepada-Nya kita akan kembali.. Ya, Alloh.. Aku berlindung pada-Mu dari duka cita dan kesusahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kikir dan dari penindasan manusia serta Istiqamahkanlah aku hingga berakhir husnul khatimah.. Aamiin ya Alloh.. Ya Mujiib... Cjr, Cmh Masih adakah rasa indah itu ? Tanya gelora jiwa Padanya? Padanya.. Entahlah.. Padanya? Ada. Pada-Nya.. Padanya? Padanya? Padanya? Oh,Dia telah lari bersama kabut di pagi hari fitri Biarlah.. Telah biasa kubersepi..tak usah disesali.. Yang terjadi, terjadilah. Biar luka tlah bernanah darah Dan nganganya telah berwarna merah Tak perlu risau Galau hnya bagi mereka yang suka mengigau.. Tak perlu sembabkan mata.. Tak perlu menjadi kuyu dan layu Tak perlu menderita apa lagi merana Tak perlu terluka apa lagi berduka.. Pasrah,ikhlas..itu yg harus slalu tertanam dalam jiwa fitrimu Lihat, langit tak lagi panas membara Ada awan yang jatuhkan rintik, yang basahnya lembabkan nurani Yang Kilaunya silaukan netra Yang derasnya aliri sungai Lihat ranting itu tak lagi meranggas.. Ia tlah kembali hijau rindang... Lihat hutan itu Ia tlah kembali menjadi jamrut meneduhkan.. Dan kau..? Tenanglah... Semua akan kembali.. Dengan tenang atau gelisah Dengan senyuman atau tangisan Dengan lapang atau sempit.. Dengan seri atau buram.. dan... Sendiri... Sunyi.. Sepi..tanpa daya..ditemani yang melata dan menyakitkan tak terperi.. Masih haruskah sesal? Oh, Tidak...! Mari kita pasrah.. Ikhlas...akan semua ketetapan-Nya.. Kepada-Nya kita bersujud memohon ridha dan maghfirah-Nya.. Dan kepada-Nya kita akan kembali.. Ya, Alloh.. Aku berlindung pada-Mu dari duka cita dan kesusahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kikir dan dari penindasan manusia serta Istiqamahkanlah aku hingga berakhir husnul khatimah.. Aamiin ya Alloh.. Ya Mujiib... Cjr, Cmh Masih adakah rasa indah itu ? Tanya gelora jiwa Padanya? Padanya.. Entahlah.. Padanya? Ada. Pada-Nya.. Padanya? Padanya? Padanya? Oh,Dia telah lari bersama kabut di pagi hari fitri Biarlah.. Telah biasa kubersepi..tak usah disesali.. Yang terjadi, terjadilah. Biar luka tlah bernanah darah Dan nganganya telah berwarna merah Tak perlu risau Galau hnya bagi mereka yang suka mengigau.. Tak perlu sembabkan mata.. Tak perlu menjadi kuyu dan layu Tak perlu menderita apa lagi merana Tak perlu terluka apa lagi berduka.. Pasrah,ikhlas..itu yg harus slalu tertanam dalam jiwa fitrimu Lihat, langit tak lagi panas membara Ada awan yang jatuhkan rintik, yang basahnya lembabkan nurani Yang Kilaunya silaukan netra Yang derasnya aliri sungai Lihat ranting itu tak lagi meranggas.. Ia tlah kembali hijau rindang... Lihat hutan itu Ia tlah kembali menjadi jamrut meneduhkan.. Dan kau..? Tenanglah... Semua akan kembali.. Dengan tenang atau gelisah Dengan senyuman atau tangisan Dengan lapang atau sempit.. Dengan seri atau buram.. dan... Sendiri... Sunyi.. Sepi..tanpa daya..ditemani yang melata dan menyakitkan tak terperi.. Masih haruskah sesal? Oh, Tidak...! Mari kita pasrah.. Ikhlas...akan semua ketetapan-Nya.. Kepada-Nya kita bersujud memohon ridha dan maghfirah-Nya.. Dan kepada-Nya kita akan kembali.. Ya, Alloh.. Aku berlindung pada-Mu dari duka cita dan kesusahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kikir dan dari penindasan manusia serta Istiqamahkanlah aku hingga berakhir husnul khatimah.. Aamiin ya Alloh.. Ya Mujiib... Cjr, Cmh Masih adakah rasa indah itu ? Tanya gelora jiwa Padanya? Padanya.. Entahlah.. Padanya? Ada. Pada-Nya.. Padanya? Padanya? Padanya? Oh,Dia telah lari bersama kabut di pagi hari fitri Biarlah.. Telah biasa kubersepi..tak usah disesali.. Yang terjadi, terjadilah. Biar luka tlah bernanah darah Dan nganganya telah berwarna merah Tak perlu risau Galau hnya bagi mereka yang suka mengigau.. Tak perlu sembabkan mata.. Tak perlu menjadi kuyu dan layu Tak perlu menderita apa lagi merana Tak perlu terluka apa lagi berduka.. Pasrah,ikhlas..itu yg harus slalu tertanam dalam jiwa fitrimu Lihat, langit tak lagi panas membara Ada awan yang jatuhkan rintik, yang basahnya lembabkan nurani Yang Kilaunya silaukan netra Yang derasnya aliri sungai Lihat ranting itu tak lagi meranggas.. Ia tlah kembali hijau rindang... Lihat hutan itu Ia tlah kembali menjadi jamrut meneduhkan.. Dan kau..? Tenanglah... Semua akan kembali.. Dengan tenang atau gelisah Dengan senyuman atau tangisan Dengan lapang atau sempit.. Dengan seri atau buram.. dan... Sendiri... Sunyi.. Sepi..tanpa daya..ditemani yang melata dan menyakitkan tak terperi.. Masih haruskah sesal? Oh, Tidak...! Mari kita pasrah.. Ikhlas...akan semua ketetapan-Nya.. Kepada-Nya kita bersujud memohon ridha dan maghfirah-Nya.. Dan kepada-Nya kita akan kembali.. Ya, Alloh.. Aku berlindung pada-Mu dari duka cita dan kesusahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kikir dan dari penindasan manusia serta Istiqamahkanlah aku hingga berakhir husnul khatimah.. Aamiin ya Alloh.. Ya Mujiib... Cjr, Cmh Masih adakah rasa indah itu ? Tanya gelora jiwa Padanya? Padanya.. Entahlah.. Padanya? Ada. Pada-Nya.. Padanya? Padanya? Padanya? Oh,Dia telah lari bersama kabut di pagi hari fitri Biarlah.. Telah biasa kubersepi..tak usah disesali.. Yang terjadi, terjadilah. Biar luka tlah bernanah darah Dan nganganya telah berwarna merah Tak perlu risau Galau hnya bagi mereka yang suka mengigau.. Tak perlu sembabkan mata.. Tak perlu menjadi kuyu dan layu Tak perlu menderita apa lagi merana Tak perlu terluka apa lagi berduka.. Pasrah,ikhlas..itu yg harus slalu tertanam dalam jiwa fitrimu Lihat, langit tak lagi panas membara Ada awan yang jatuhkan rintik, yang basahnya lembabkan nurani Yang Kilaunya silaukan netra Yang derasnya aliri sungai Lihat ranting itu tak lagi meranggas.. Ia tlah kembali hijau rindang... Lihat hutan itu Ia tlah kembali menjadi jamrut meneduhkan.. Dan kau..? Tenanglah... Semua akan kembali.. Dengan tenang atau gelisah Dengan senyuman atau tangisan Dengan lapang atau sempit.. Dengan seri atau buram.. dan... Sendiri... Sunyi.. Sepi..tanpa daya..ditemani yang melata dan menyakitkan tak terperi.. Masih haruskah sesal? Oh, Tidak...! Mari kita pasrah.. Ikhlas...akan semua ketetapan-Nya.. Kepada-Nya kita bersujud memohon ridha dan maghfirah-Nya.. Dan kepada-Nya kita akan kembali.. Ya, Alloh.. Aku berlindung pada-Mu dari duka cita dan kesusahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kikir dan dari penindasan manusia serta Istiqamahkanlah aku hingga berakhir husnul khatimah.. Aamiin ya Alloh.. Ya Mujiib... Cjr, Cmh Masih adakah rasa indah itu ? Tanya gelora jiwa Padanya? Padanya.. Entahlah.. Padanya? Ada. Pada-Nya.. Padanya? Padanya? Padanya? Oh,Dia telah lari bersama kabut di pagi hari fitri Biarlah.. Telah biasa kubersepi..tak usah disesali.. Yang terjadi, terjadilah. Biar luka tlah bernanah darah Dan nganganya telah berwarna merah Tak perlu risau Galau hnya bagi mereka yang suka mengigau.. Tak perlu sembabkan mata.. Tak perlu menjadi kuyu dan layu Tak perlu menderita apa lagi merana Tak perlu terluka apa lagi berduka.. Pasrah,ikhlas..itu yg harus slalu tertanam dalam jiwa fitrimu Lihat, langit tak lagi panas membara Ada awan yang jatuhkan rintik, yang basahnya lembabkan nurani Yang Kilaunya silaukan netra Yang derasnya aliri sungai Lihat ranting itu tak lagi meranggas.. Ia tlah kembali hijau rindang... Lihat hutan itu Ia tlah kembali menjadi jamrut meneduhkan.. Dan kau..? Tenanglah... Semua akan kembali.. Dengan tenang atau gelisah Dengan senyuman atau tangisan Dengan lapang atau sempit.. Dengan seri atau buram.. dan... Sendiri... Sunyi.. Sepi..tanpa daya..ditemani yang melata dan menyakitkan tak terperi.. Masih haruskah sesal? Oh, Tidak...! Mari kita pasrah.. Ikhlas...akan semua ketetapan-Nya.. Kepada-Nya kita bersujud memohon ridha dan maghfirah-Nya.. Dan kepada-Nya kita akan kembali.. Ya, Alloh.. Aku berlindung pada-Mu dari duka cita dan kesusahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kikir dan dari penindasan manusia serta Istiqamahkanlah aku hingga berakhir husnul khatimah.. Aamiin ya Alloh.. Ya Mujiib... Cjr, Cmh Masih adakah rasa indah itu ? Tanya gelora jiwa Padanya? Padanya.. Entahlah.. Padanya? Ada. Pada-Nya.. Padanya? Padanya? Padanya? Oh,Dia telah lari bersama kabut di pagi hari fitri Biarlah.. Telah biasa kubersepi..tak usah disesali.. Yang terjadi, terjadilah. Biar luka tlah bernanah darah Dan nganganya telah berwarna merah Tak perlu risau Galau hnya bagi mereka yang suka mengigau.. Tak perlu sembabkan mata.. Tak perlu menjadi kuyu dan layu Tak perlu menderita apa lagi merana Tak perlu terluka apa lagi berduka.. Pasrah,ikhlas..itu yg harus slalu tertanam dalam jiwa fitrimu Lihat, langit tak lagi panas membara Ada awan yang jatuhkan rintik, yang basahnya lembabkan nurani Yang Kilaunya silaukan netra Yang derasnya aliri sungai Lihat ranting itu tak lagi meranggas.. Ia tlah kembali hijau rindang... Lihat hutan itu Ia tlah kembali menjadi jamrut meneduhkan.. Dan kau..? Tenanglah... Semua akan kembali.. Dengan tenang atau gelisah Dengan senyuman atau tangisan Dengan lapang atau sempit.. Dengan seri atau buram.. dan... Sendiri... Sunyi.. Sepi..tanpa daya..ditemani yang melata dan menyakitkan tak terperi.. Masih haruskah sesal? Oh, Tidak...! Mari kita pasrah.. Ikhlas...akan semua ketetapan-Nya.. Kepada-Nya kita bersujud memohon ridha dan maghfirah-Nya.. Dan kepada-Nya kita akan kembali.. Ya, Alloh.. Aku berlindung pada-Mu dari duka cita dan kesusahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kikir dan dari penindasan manusia serta Istiqamahkanlah aku hingga berakhir husnul khatimah.. Aamiin ya Alloh.. Ya Mujiib... Cjr, Cmh Masih adakah rasa indah itu ? Tanya gelora jiwa Padanya? Padanya.. Entahlah.. Padanya? Ada. Pada-Nya.. Padanya? Padanya? Padanya? Oh,Dia telah lari bersama kabut di pagi hari fitri Biarlah.. Telah biasa kubersepi..tak usah disesali.. Yang terjadi, terjadilah. Biar luka tlah bernanah darah Dan nganganya telah berwarna merah Tak perlu risau Galau hnya bagi mereka yang suka mengigau.. Tak perlu sembabkan mata.. Tak perlu menjadi kuyu dan layu Tak perlu menderita apa lagi merana Tak perlu terluka apa lagi berduka.. Pasrah,ikhlas..itu yg harus slalu tertanam dalam jiwa fitrimu Lihat, langit tak lagi panas membara Ada awan yang jatuhkan rintik, yang basahnya lembabkan nurani Yang Kilaunya silaukan netra Yang derasnya aliri sungai Lihat ranting itu tak lagi meranggas.. Ia tlah kembali hijau rindang... Lihat hutan itu Ia tlah kembali menjadi jamrut meneduhkan.. Dan kau..? Tenanglah... Semua akan kembali.. Dengan tenang atau gelisah Dengan senyuman atau tangisan Dengan lapang atau sempit.. Dengan seri atau buram.. dan... Sendiri... Sunyi.. Sepi..tanpa daya..ditemani yang melata dan menyakitkan tak terperi.. Masih haruskah sesal? Oh, Tidak...! Mari kita pasrah.. Ikhlas...akan semua ketetapan-Nya.. Kepada-Nya kita bersujud memohon ridha dan maghfirah-Nya.. Dan kepada-Nya kita akan kembali.. Ya, Alloh.. Aku berlindung pada-Mu dari duka cita dan kesusahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kikir dan dari penindasan manusia serta Istiqamahkanlah aku hingga berakhir husnul khatimah.. Aamiin ya Alloh.. Ya Mujiib... Cjr, Cmh Masih adakah rasa indah itu ? Tanya gelora jiwa Padanya? Padanya.. Entahlah.. Padanya? Ada. Pada-Nya.. Padanya? Padanya? Padanya? Oh,Dia telah lari bersama kabut di pagi hari fitri Biarlah.. Telah biasa kubersepi..tak usah disesali.. Yang terjadi, terjadilah. Biar luka tlah bernanah darah Dan nganganya telah berwarna merah Tak perlu risau Galau hnya bagi mereka yang suka mengigau.. Tak perlu sembabkan mata.. Tak perlu menjadi kuyu dan layu Tak perlu menderita apa lagi merana Tak perlu terluka apa lagi berduka.. Pasrah,ikhlas..itu yg harus slalu tertanam dalam jiwa fitrimu Lihat, langit tak lagi panas membara Ada awan yang jatuhkan rintik, yang basahnya lembabkan nurani Yang Kilaunya silaukan netra Yang derasnya aliri sungai Lihat ranting itu tak lagi meranggas.. Ia tlah kembali hijau rindang... Lihat hutan itu Ia tlah kembali menjadi jamrut meneduhkan.. Dan kau..? Tenanglah... Semua akan kembali.. Dengan tenang atau gelisah Dengan senyuman atau tangisan Dengan lapang atau sempit.. Dengan seri atau buram.. dan... Sendiri... Sunyi.. Sepi..tanpa daya..ditemani yang melata dan menyakitkan tak terperi.. Masih haruskah sesal? Oh, Tidak...! Mari kita pasrah.. Ikhlas...akan semua ketetapan-Nya.. Kepada-Nya kita bersujud memohon ridha dan maghfirah-Nya.. Dan kepada-Nya kita akan kembali.. Ya, Alloh.. Aku berlindung pada-Mu dari duka cita dan kesusahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kikir dan dari penindasan manusia serta Istiqamahkanlah aku hingga berakhir husnul khatimah.. Aamiin ya Alloh.. Ya Mujiib... Cjr, Cmh Masih adakah rasa indah itu ? Tanya gelora jiwa Padanya? Padanya.. Entahlah.. Padanya? Ada. Pada-Nya.. Padanya? Padanya? Padanya? Oh,Dia telah lari bersama kabut di pagi hari fitri Biarlah.. Telah biasa kubersepi..tak usah disesali.. Yang terjadi, terjadilah. Biar luka tlah bernanah darah Dan nganganya telah berwarna merah Tak perlu risau Galau hnya bagi mereka yang suka mengigau.. Tak perlu sembabkan mata.. Tak perlu menjadi kuyu dan layu Tak perlu menderita apa lagi merana Tak perlu terluka apa lagi berduka.. Pasrah,ikhlas..itu yg harus slalu tertanam dalam jiwa fitrimu Lihat, langit tak lagi panas membara Ada awan yang jatuhkan rintik, yang basahnya lembabkan nurani Yang Kilaunya silaukan netra Yang derasnya aliri sungai Lihat ranting itu tak lagi meranggas.. Ia tlah kembali hijau rindang... Lihat hutan itu Ia tlah kembali menjadi jamrut meneduhkan.. Dan kau..? Tenanglah... Semua akan kembali.. Dengan tenang atau gelisah Dengan senyuman atau tangisan Dengan lapang atau sempit.. Dengan seri atau buram.. dan... Sendiri... Sunyi.. Sepi..tanpa daya..ditemani yang melata dan menyakitkan tak terperi.. Masih haruskah sesal? Oh, Tidak...! Mari kita pasrah.. Ikhlas...akan semua ketetapan-Nya.. Kepada-Nya kita bersujud memohon ridha dan maghfirah-Nya.. Dan kepada-Nya kita akan kembali.. Ya, Alloh.. Aku berlindung pada-Mu dari duka cita dan kesusahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kikir dan dari penindasan manusia serta Istiqamahkanlah aku hingga berakhir husnul khatimah.. Aamiin ya Alloh.. Ya Mujiib... Cjr, Cmh Masih adakah rasa indah itu ? Tanya gelora jiwa Padanya? Padanya.. Entahlah.. Padanya? Ada. Pada-Nya.. Padanya? Padanya? Padanya? Oh,Dia telah lari bersama kabut di pagi hari fitri Biarlah.. Telah biasa kubersepi..tak usah disesali.. Yang terjadi, terjadilah. Biar luka tlah bernanah darah Dan nganganya telah berwarna merah Tak perlu risau Galau hnya bagi mereka yang suka mengigau.. Tak perlu sembabkan mata.. Tak perlu menjadi kuyu dan layu Tak perlu menderita apa lagi merana Tak perlu terluka apa lagi berduka.. Pasrah,ikhlas..itu yg harus slalu tertanam dalam jiwa fitrimu Lihat, langit tak lagi panas membara Ada awan yang jatuhkan rintik, yang basahnya lembabkan nurani Yang Kilaunya silaukan netra Yang derasnya aliri sungai Lihat ranting itu tak lagi meranggas.. Ia tlah kembali hijau rindang... Lihat hutan itu Ia tlah kembali menjadi jamrut meneduhkan.. Dan kau..? Tenanglah... Semua akan kembali.. Dengan tenang atau gelisah Dengan senyuman atau tangisan Dengan lapang atau sempit.. Dengan seri atau buram.. dan... Sendiri... Sunyi.. Sepi..tanpa daya..ditemani yang melata dan menyakitkan tak terperi.. Masih haruskah sesal? Oh, Tidak...! Mari kita pasrah.. Ikhlas...akan semua ketetapan-Nya.. Kepada-Nya kita bersujud memohon ridha dan maghfirah-Nya.. Dan kepada-Nya kita akan kembali.. Ya, Alloh.. Aku berlindung pada-Mu dari duka cita dan kesusahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kikir dan dari penindasan manusia serta Istiqamahkanlah aku hingga berakhir husnul khatimah.. Aamiin ya Alloh.. Ya Mujiib... Cjr, Cmh Masih adakah rasa indah itu ? Tanya gelora jiwa Padanya? Padanya.. Entahlah.. Padanya? Ada. Pada-Nya.. Padanya? Padanya? Padanya? Oh,Dia telah lari bersama kabut di pagi hari fitri Biarlah.. Telah biasa kubersepi..tak usah disesali.. Yang terjadi, terjadilah. Biar luka tlah bernanah darah Dan nganganya telah berwarna merah Tak perlu risau Galau hnya bagi mereka yang suka mengigau.. Tak perlu sembabkan mata.. Tak perlu menjadi kuyu dan layu Tak perlu menderita apa lagi merana Tak perlu terluka apa lagi berduka.. Pasrah,ikhlas..itu yg harus slalu tertanam dalam jiwa fitrimu Lihat, langit tak lagi panas membara Ada awan yang jatuhkan rintik, yang basahnya lembabkan nurani Yang Kilaunya silaukan netra Yang derasnya aliri sungai Lihat ranting itu tak lagi meranggas.. Ia tlah kembali hijau rindang... Lihat hutan itu Ia tlah kembali menjadi jamrut meneduhkan.. Dan kau..? Tenanglah... Semua akan kembali.. Dengan tenang atau gelisah Dengan senyuman atau tangisan Dengan lapang atau sempit.. Dengan seri atau buram.. dan... Sendiri... Sunyi.. Sepi..tanpa daya..ditemani yang melata dan menyakitkan tak terperi.. Masih haruskah sesal? Oh, Tidak...! Mari kita pasrah.. Ikhlas...akan semua ketetapan-Nya.. Kepada-Nya kita bersujud memohon ridha dan maghfirah-Nya.. Dan kepada-Nya kita akan kembali.. Ya, Alloh.. Aku berlindung pada-Mu dari duka cita dan kesusahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kikir dan dari penindasan manusia serta Istiqamahkanlah aku hingga berakhir husnul khatimah.. Aamiin ya Alloh.. Ya Mujiib... Cjr, Cmh Masih adakah rasa indah itu ? Tanya gelora jiwa Padanya? Padanya.. Entahlah.. Padanya? Ada. Pada-Nya.. Padanya? Padanya? Padanya? Oh,Dia telah lari bersama kabut di pagi hari fitri Biarlah.. Telah biasa kubersepi..tak usah disesali.. Yang terjadi, terjadilah. Biar luka tlah bernanah darah Dan nganganya telah berwarna merah Tak perlu risau Galau hnya bagi mereka yang suka mengigau.. Tak perlu sembabkan mata.. Tak perlu menjadi kuyu dan layu Tak perlu menderita apa lagi merana Tak perlu terluka apa lagi berduka.. Pasrah,ikhlas..itu yg harus slalu tertanam dalam jiwa fitrimu Lihat, langit tak lagi panas membara Ada awan yang jatuhkan rintik, yang basahnya lembabkan nurani Yang Kilaunya silaukan netra Yang derasnya aliri sungai Lihat ranting itu tak lagi meranggas.. Ia tlah kembali hijau rindang... Lihat hutan itu Ia tlah kembali menjadi jamrut meneduhkan.. Dan kau..? Tenanglah... Semua akan kembali.. Dengan tenang atau gelisah Dengan senyuman atau tangisan Dengan lapang atau sempit.. Dengan seri atau buram.. dan... Sendiri... Sunyi.. Sepi..tanpa daya..ditemani yang melata dan menyakitkan tak terperi.. Masih haruskah sesal? Oh, Tidak...! Mari kita pasrah.. Ikhlas...akan semua ketetapan-Nya.. Kepada-Nya kita bersujud memohon ridha dan maghfirah-Nya.. Dan kepada-Nya kita akan kembali.. Ya, Alloh.. Aku berlindung pada-Mu dari duka cita dan kesusahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kikir dan dari penindasan manusia serta Istiqamahkanlah aku hingga berakhir husnul khatimah.. Aamiin ya Alloh.. Ya Mujiib... Cjr, Cmh Masih adakah rasa indah itu ? Tanya gelora jiwa Padanya? Padanya.. Entahlah.. Padanya? Ada. Pada-Nya.. Padanya? Padanya? Padanya? Oh,Dia telah lari bersama kabut di pagi hari fitri Biarlah.. Telah biasa kubersepi..tak usah disesali.. Yang terjadi, terjadilah. Biar luka tlah bernanah darah Dan nganganya telah berwarna merah Tak perlu risau Galau hnya bagi mereka yang suka mengigau.. Tak perlu sembabkan mata.. Tak perlu menjadi kuyu dan layu Tak perlu menderita apa lagi merana Tak perlu terluka apa lagi berduka.. Pasrah,ikhlas..itu yg harus slalu tertanam dalam jiwa fitrimu Lihat, langit tak lagi panas membara Ada awan yang jatuhkan rintik, yang basahnya lembabkan nurani Yang Kilaunya silaukan netra Yang derasnya aliri sungai Lihat ranting itu tak lagi meranggas.. Ia tlah kembali hijau rindang... Lihat hutan itu Ia tlah kembali menjadi jamrut meneduhkan.. Dan kau..? Tenanglah... Semua akan kembali.. Dengan tenang atau gelisah Dengan senyuman atau tangisan Dengan lapang atau sempit.. Dengan seri atau buram.. dan... Sendiri... Sunyi.. Sepi..tanpa daya..ditemani yang melata dan menyakitkan tak terperi.. Masih haruskah sesal? Oh, Tidak...! Mari kita pasrah.. Ikhlas...akan semua ketetapan-Nya.. Kepada-Nya kita bersujud memohon ridha dan maghfirah-Nya.. Dan kepada-Nya kita akan kembali.. Ya, Alloh.. Aku berlindung pada-Mu dari duka cita dan kesusahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kikir dan dari penindasan manusia serta Istiqamahkanlah aku hingga berakhir husnul khatimah.. Aamiin ya Alloh.. Ya Mujiib... Cjr, Cmh Masih adakah rasa indah itu ? Tanya gelora jiwa Padanya? Padanya.. Entahlah.. Padanya? Ada. Pada-Nya.. Padanya? Padanya? Padanya? Oh,Dia telah lari bersama kabut di pagi hari fitri Biarlah.. Telah biasa kubersepi..tak usah disesali.. Yang terjadi, terjadilah. Biar luka tlah bernanah darah Dan nganganya telah berwarna merah Tak perlu risau Galau hnya bagi mereka yang suka mengigau.. Tak perlu sembabkan mata.. Tak perlu menjadi kuyu dan layu Tak perlu menderita apa lagi merana Tak perlu terluka apa lagi berduka.. Pasrah,ikhlas..itu yg harus slalu tertanam dalam jiwa fitrimu Lihat, langit tak lagi panas membara Ada awan yang jatuhkan rintik, yang basahnya lembabkan nurani Yang Kilaunya silaukan netra Yang derasnya aliri sungai Lihat ranting itu tak lagi meranggas.. Ia tlah kembali hijau rindang... Lihat hutan itu Ia tlah kembali menjadi jamrut meneduhkan.. Dan kau..? Tenanglah... Semua akan kembali.. Dengan tenang atau gelisah Dengan senyuman atau tangisan Dengan lapang atau sempit.. Dengan seri atau buram.. dan... Sendiri... Sunyi.. Sepi..tanpa daya..ditemani yang melata dan menyakitkan tak terperi.. Masih haruskah sesal? Oh, Tidak...! Mari kita pasrah.. Ikhlas...akan semua ketetapan-Nya.. Kepada-Nya kita bersujud memohon ridha dan maghfirah-Nya.. Dan kepada-Nya kita akan kembali.. Ya, Alloh.. Aku berlindung pada-Mu dari duka cita dan kesusahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kikir dan dari penindasan manusia serta Istiqamahkanlah aku hingga berakhir husnul khatimah.. Aamiin ya Alloh.. Ya Mujiib... Cjr, Cmh Masih adakah rasa indah itu ? Tanya gelora jiwa Padanya? Padanya.. Entahlah.. Padanya? Ada. Pada-Nya.. Padanya? Padanya? Padanya? Oh,Dia telah lari bersama kabut di pagi hari fitri Biarlah.. Telah biasa kubersepi..tak usah disesali.. Yang terjadi, terjadilah. Biar luka tlah bernanah darah Dan nganganya telah berwarna merah Tak perlu risau Galau hnya bagi mereka yang suka mengigau.. Tak perlu sembabkan mata.. Tak perlu menjadi kuyu dan layu Tak perlu menderita apa lagi merana Tak perlu terluka apa lagi berduka.. Pasrah,ikhlas..itu yg harus slalu tPASRAH KEPADA-NYArtanam dalam jiwa fitrimu Lihat, langit tgl

Masih adakah rasa indah itu ?
Tanya gelora jiwa
Padanya?
Padanya..
Entahlah..
Padanya?
Ada. Pada-Nya..
Padanya?
Padanya? Padanya?
Oh,Dia telah lari bersama kabut di pagi hari fitri

Biarlah..
Telah biasa kubersepi..
Tak usah disesali..
Yang terjadi, terjadilah.
Biar luka tlah bernanah darah
Dan nganganya telah berwarna merah
Tak perlu risau
Galau hnya bagi mereka yang suka mengigau..
Tak perlu sembabkan mata..
Tak perlu menjadi kuyu dan layu
Tak perlu menderita apa lagi merana
Tak perlu terluka apa lagi berduka..

Pasrah,ikhlas..itu yg harus slalu tertanam dalam jiwa fitrimu

Lihat, langit tak lagi panas membara
Ada awan yang jatuhkan rintik,
yang basahnya lembabkan nurani
Yang Kilaunya silaukan netra
Yang derasnya aliri sungai

Lihat ranting itu tak lagi meranggas..
Ia tlah kembali hijau rindang...
Lihat hutan itu
Ia tlah kembali menjadi jamrut meneduhkan..

Dan kau..?
Tenanglah...
Semua akan kembali..
Dengan tenang atau gelisah
Dengan senyuman atau tangisan
Dengan lapang atau sempit..
Dengan seri atau buram.. dan... Sendiri...
Sunyi.. Sepi..tanpa daya..ditemani yang melata dan menyakitkan tak terperi..

Masih haruskah sesal?
Oh, Tidak...!
Mari kita pasrah.. Ikhlas...akan semua ketetapan-Nya..
Kepada-Nya kita bersujud memohon ridha dan maghfirah-Nya.. Dan kepada-Nya kita akan kembali..

Ya, Alloh.. Aku berlindung pada-Mu dari duka cita dan kesusahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan kikir dan dari penindasan manusia serta Istiqamahkanlah aku hingga berakhir husnul khatimah..
Aamiin ya Alloh.. Ya Mujiib...


Fatimah
Bandung,040911

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar