Senin, 25 Maret 2013

PAGI ITU DIAM Oleh Genta Ilusi


Pagi itu diam
Ketika pucuk cemara terpaku bisu
Disini..
Aku berdiri lemah dalam tatapan cendela kecil berteman tak bersuara
Membawa jiwaku mengembara di atas belumbung awan gemawan
Hingga menembus batas lamunku
Disini..
Masih aku simpan setangkup rindu untukmu
Disudut hati
Dimana keresahan membias sendu
Wahai kau punya nama...
Kudengar suaramu dalam bisikan rajutan tuk memanggilku
Wahai kau punya nama...
Apa tersadar di tiap nafas setengah ini lemah..lemah merepah
Beku dan membeku memanggil mentari cairkan kebekuan tak tegap
Berdebar rasa takut menjemput dalam waktu yang tak berteman
Terkadang waktupun mempermainkan kita
Dengan hitungan yang kejam
Tapi terkadang baik pula terhadap kita
Wahai kau punya nama...
Diamku bukanlah dimana mencari kesalahan
Diamku bukanlah mencari sudut keangkuhan
Yang menderamu di setiap rajutan yang tak berpenghunian
Sungguh aku mengerti
Sungguh aku tak mendusta
Dan apakah di setiap sudut sepiku kau tahu
Dan apakah disetiap rintih lelahku kau merasa
Dan apakah disetiap helai nafas yang tersengal berjibaku dengan waktu yang menderaku selalu memburuku
Seolah terus dan terus menhantuiku
Dan ku yakin kau pun tahu itu
Dan masihkah...sanggupkah tangan ini melukis langit dan menggambarkan garis garis pucat wajahmu
Diantara rindu yang menghempaskan aku
Atau biarkan saja angin menghapus jejakmu
Tidak..
Tak ku biarkan lemah tubuhku menyurut tuk mnyapamu
Disini di bangku yang pernah kita singgahi
Aku datang..tuk menyapamu walau sebentar ku menjengukmu
Usah resah atau gundah
Aku disini diam hanya sebentar..yah sebentar biarlah aku merasa hidup bersama alam
Berilah sedikit waktu untukku mengecap dedaunan yang menghelai nafas nafas kehidupan
Dariku. .( GI )
 
Surabaya,250313

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar