Selasa, 12 Maret 2013

SAAT KECEWA MELANDA Oleh Bias Langit Hati

Matamu semula telaga dimana
malam terjaga, nanar menelan
langit seulas wajahku,
memudarkan garis batas pasir
dan gelombang, Duduk di
tepinya aku terus menduga
seutuh apa kaulesapkan
sepi yang mengambang di bayang
bulan..............

Sampai pagi menyala, telaga di
matamu membeku. Segera
kuusap bibir waktu terjaga
berharap sempat kaucuri retak
kataku semalam,kausimpan di
bening kaca................

---------------------------------------------------

WWS
Bali,110313

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar