Rabu, 30 Oktober 2013

MUHASABAH DIRI OLEH S. FATIMAH

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Yaa, Allaah...
Aku masih ingat saat pertama dulu aku belajar mencintai-Mu dan mencintai Rasulullah saw, lembar demi lembar kitab kupelajari..
Untai demi untai kalimat dari para ustadz, Waliyullah serta Habiballah, kuresapi..
Tentang cinta para nabi..Tentang kasih para sahabat..Tentang mahabbah para Ahlusunnah wal jama’ah...Tentang kerinduan para syuhada..Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang di awan

Yaa, Allaah..,
Berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan kemudian tahun berlalu aku berusaha mencintai-Mu dan mencintai Rasulullah saw. dengan cinta yang paling utama, tapi Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untuk-Mu dan untuk Rasulullah saw. Aku makin merasakan gelisah. Dalam cinta yang mengawang, Sedang kakiku mengambang tiada menjejak Bumi, hingga aku terhempas dalam jurang dan kegelapan,

Wahai Ilaahi…
Berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan tahun berlalu.. Aku mencoba merangkak, menggapai permukaan Bumi dan menegakkan jiwaku kembali utuk menatap, memohon dan menghiba pada-Mu: Allaahu Rahiim..

Ya,Ilaahi Rabbii...
Perkenankanlah aku mencintai-Mu dan mencintai Rasulullah saw, Semampuku..
Allahu Rahmaan, Ilaahi Rabii...
Perkenankanlah aku mencintai-Mu dan mencintai Rasulullah saw. Sebisaku dengan segala kelemahanku..

Yaa, Ilaahi…
Aku tak sanggup mencintai-Mu dengan kesabaran menanggung derita seperti Nabi Ayyub, Nabi Musa, Nabi Isa hingga Al musthafa, karena itu izinkan aku mencintai-Mu dan mencintai Rasulullah saw. melalui keluh kesah pengaduanku pada-Mu atas derita bathin dan jasadku, atas sakit dan ketakutanku..

Yaa, Rabbii..
Aku tak sanggup mencintai-Mu dan mencintai Rasulullah saw. seperti Abu bakar yang menyedekahkan seluruh hartanya hanya untuk mengharap serta mendapat ridha-Mu dan Rasul-Mu’ atau layaknya Umar yang menyerahkan separuh harta demi jihad, atau Utsman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syi’arkan dien-Mu.

Yaa, Kariim..
Izinkan aku mencintai-Mu dan mencintai Rasulullah saw. melalui seratus-dua ratus perak yang terulur pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan, di depan masjid, pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan. Pada makanan-makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan...

Yaa,Ilaahi,..
Aku tak sanggup mencintai-Mu dan ,encintai Rasulullah saw. dengan khusyuknya shalat seperti khusyuknya shalat Sayidina Ali r.a.(menantu Rasulullah saw) hingga tiada terasa anak panah musuh terhujam di kakinya. Karena itu Ya Allaah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cinta-Mu, dalam shalat yang coba kudirikan terbata-bata, meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan Dunia…

Yaa, Rabbi...
izinkanlah aku untuk mencintai-Mu dan mencintai Rasulullah saw. dalam satu atau dua raka’at Qiyamul lailku. Dalam satu dua sunnah nafilah-Mu. Dalam desah napas kepasrahan tidurku.

Yaa, Rahmaan.. a
Aku tak sanggup mencintai-Mu dan mencintai Rasulullah saw. bagai para al hafidz dan hafidzah, yang menuntaskan kalam-Mu dalam satu putaran malam. Perkenankanlah aku mencintai-Mu dan mencintai Rasulullah saw. melalui selembar dua lembar tilawah harianku. Lewat lantunan satu atau dua ayat hafalanku...

Yaa, Rahiim...
Aku tak sanggup mencintai-Mu dan mencintai Rasulullah saw. semisal Sumayyah, yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya Dien-Mu. seikhlas para syuhada yang menjual dirinya dalam jihadnya bagi-Mu dan bagi Rasul-Mu. Maka perkenankanlah aku mencintai-Mu dan mencintai Rasulullah saw. dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwah karena-Mu. Maka izinkanlah aku mencintai-Mu dan menitai Rasulullah saw. dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.

Allaahu Kariim...
Aku tak sanggup mencintai-Mu di atas segalanya sebagai Nabi Ibrahim yang rela meninggalkan putra tercinta dan zaujahnya, dan PATUH mengorbankan pemuda biji matanya. Maka izinkanlah aku mencintai-Mu dan menintai Rasulullah saw. di dalam segalanya. Izinkan aku mencintai-Mu dan Rasulullah saw dengan mencintai keluargaku, dengan mencintai sahabat-sahabatku, dengan mencintai manusia dan alam semesta.

Allaahu Rahmaanur Rahiim...
Ilaahi Rabbii...Perkenankanlah aku mencintai-Mu dan mencintai Rasulullah saw. semampuku. Agar cinta itu mengalun dalam jiwa. Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku dan di sepanjang hayatku...

(Setiap kali mendengar ini di pengajian...selalu dan selalu asin bening tertumpah tak tertahan)
Di luar guntur menggelegar..

Sudut sunyi
NSF
281013

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar