Kamis, 12 September 2013

BERTISTIGHFAR Kepada ALLAAH SWT

BERISTIGHFAR kepada ALLAAH

12 September 2013 pukul 8:15
Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Assalamu'alaikum wr.wb.


Istighfar, kalimat yang sangat pendek, tapi memiliki makna yang sangat dahsyat, sangat dalam, sangat indah dalam hidup kita. Istighfar memiliki dua makna.
Yang pertama, setiap kali kita mengucapkan astagfirullahal ‘azhiim, berarti kita minta ampun kepada Allaah, minta dimaafkan kesalahan kita, minta ditutupi aib-aib kita. Semakin sering kita beristighfar maka semakin bersih diri kita dari dosa, dari kesalahan, dari aib-aib. Karena itu Allaah sangat menyukai hamba Allaah yang terus beristighfar. Karena tidak satu pun di antara kita yang bersih dari dosa, maka istighfar adalah kewajiban dan kebutuhan kita, agar Allaah mengampuni dosa kita, memaafkan kesalahan kita dan menutupi aib kita.

Yang kedua, setiap kali kita mengucapkan Astagfirullahal ‘azhim, berarti kita minta kepada Allaah, mohon kepada Allaah, amat sangat, agar Allaah memperbaiki hidup kita, menguatkan aqidah kita, membuat kita nikmat dalam ibadah khusyuk, menjadikan akhlaq kita mulia.

Subhaanallah. Satu ucapan tetapi memiliki dua keinginan. Karena itu tidak heran hamba Allaah yang sungguh-sungguh beristigfar tampak dalam kehidupannya, semakin berkah, semakin membawa kebaikan dan perbaikan,semakin bahagia, tenang, senang, menyenangkan, di Dunia dan di akhirat. Karena itu Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang melazimkan, mendawamkan dirinya selalu beristighfar kepada Allaah, maka Allaah mudahkan saat ia sulit, Allaah gembirakan saat ia sedih,dan Allah beri rezki dari jalan yang tidak pernah ia duga.”

Kemudian dalam Al Qur’an surat Nuh ayat 10, 11, 12, Allah SWT berfirman,

“Beristighfarlah kepada Tuhanmu – sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun – niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan(pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai”. (QS. Nuh:10-12)

Beristighfarlah kita kepada Allaah, niscaya Allaah turunkan musim hujan yang berat. Allah mudahkan kita mendapatkan rezeki. Allaah hadirkan di tengah kita anak-anak kita, generasi-generasi yang sholeh, generasi robbani. Kemudian Allaah makmurkan negeri kita, Allaah sejahterakan kita. Allaahu Akbar.

Jadi, istighfar bukan hanya kewajiban, tapi kebutuhan kita. Karena itulah Rasulullah SAW, beliau tidak bangun dari tempat tidur beliau, kecuali beliau beristighfar 70 kali, dalam hadits lain 100 kali. Padahal dia ma’sum, dijamin masuk surga, bebas dari dosa, (tapi) begitu hebat istighfarnya kepada Allaah. Apalagi kita yang banyak dosa.

Astagfirullahal ‘azhiim, ampunilah dosa kami ya Allaah.. Tutupi aib kami…. Betapa selama ini kami mudah tergelincir dalam dosa namun tak bersegera memohon ampun kepada-Mu.



S.F.
120913

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar