Minggu, 08 September 2013

KOLABORASI PUISI Merajut Senja dan Dess Sagitarina Rdm

Senja kali ini,,,,
Sedikit agak nakal berjingga nyeri
Coba perhatikan lagi,,,
Langit membagikan udara dingin
Lalu,,,,
Menularkan dua bibir puisi bak mendahului,,,
Sesekali,,,,
Awan-awan sedikit hitam bercampur putih
Menyetubuhi tipis serupa alis,,,

Wahai hati,,,
Dapatkah kau pahami
Bahwa yang terlukis di sekujur senja kali ini
Adalah perempuan yang tetap harus
Menjadi ikrar puisi yang tersaji,,,,

Membaca dongeng-dongeng perangai letih,,
Mengusap irama-irama sumbang jerit,,,
Membungkam serak ukuran tangis,,,
Merajut merah,hitam,putih benang-benang hati
Sebagai penebus pecahan-pecahan aral cerita ini,,,

ALLAH,,,
Jangan biarkan aku rubuh
Di bebatuan kecil bermatahari,,,

"Sekilas dua bibir ini memerani"
.
DS
R
Deeek,,
Senja kali ini semusim bunga!,,
Merekah senyum merah di langit jingga...
Tak berpelangi namun berkepang pita emas...
Di antara khatulistiwa nan melintang pada kisaran senja..
Duduklah adek,!
Mari kita tatap apa yang menjadikan lembayung merah saga!
Bukankah paras cantikmu tak luput dari pescikan air wudhu?
Maka meskipun terhempas kepedihan angkara,..
Tetap mempesona melukiskan shalehah,,
Indah matamu adalah hiasan senja..
Yang tergambar di samar lembayung senja,,
Manis salam senja,..
Terlantun dari lubuk hati kakak,
Untukmu ade! ,
Yang selalu menari lugu di antara rindu kakak!,,
Salam,, di antara kepingan kasih sayang buatmu adek,


Foto: Senja kali ini,,,,
Sedikit agak nakal berjingga nyeri
Coba perhatikan lagi,,,
Langit membagikan udara dingin
Lalu,,,,
Menularkan dua bibir puisi bak mendahului,,,
Sesekali,,,,
Awan2 sedikit hitam bercampur putih
Menyetubuhi tipis serupa alis,,,

Wahai hati,,,
Dapatkah kau pahami
Bahwa yang terlukis disekujur senja kali ini
Adalah perempuan yang tetap harus 
Menjadi ikrar puisi yang tersaji,,,,

Membaca dongeng2 perangai letih,,
Mengusap irama2 sumbang jerit,,,
Membungkam serak ukuran tangis,,,
Merajut merah,hitam,putih benang2 hati
Sebagai penebus pecahan2 aral cerita ini,,,

ALLAH,,,
Jangan biarkan aku rubuh 
Dibebatuan kecil bermatahari,,,

"sekilas dua bibir ini memerani"
New Orgil

Walau senja terlihat agak sedikit nakal

Namun tetap suguhkan keindahan yang di miliki nya
Mungkin warna itu yang tengah tergambar

Pastilah berbeda dengan purnama atau lembayung dan mega mega nya
Awan pun terkadang terlihat pekat ..
Tak selalu putih berikan tatapan pada beribu pasang bola mata


Wahai Senja...
Kokohkan kuda kuda mu agar tak cepat rubuh
Tersungkur di atas dipan pesakitan

Genggam pena nya di antara jari jari kanan mu
Lalu tarikan pada lembaran lembaran langit biru
Ambil lah air laut pabila kering tinta di pena nya..!!


Kembara Langit Senja
Lalu di bibir aksara aku mencoba merejam makna

Walau tak indah, tapi ada nuansa keharuan merenda imaji

Bergulir di kehampaan syair, bercumbu dengan senja


Lalu: kau menyuruhku memaknai

Apalagi yang harus kuseduh di bibir bait

Semua seperti tertumpah

Menelan sisa rona yang bermain di ujung senja


Lalu: aku terduduk memandang jingga..
Menautkannya di bibir lembayung

Hanya sekilas...

Kulihat biru langit menghapusnya
..
Kelam sudah datang

Mari kita bercanda di bibir rembulan



Kolaborasi Puisi
260813

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar