Minggu, 08 September 2013

DIKEDIAMAN PUISI Oleh Merajut Senja

Sebelum siang menarik keluar teriknya
Sebelum gerah terampungkan ujarnya
Sungguh tak seorangpun layak
Sekedar menatap tiada lebih dari padanya,,,,

Saat serunai aksara bersebrang liar
Logika pun kian tak mencairkan tatapan
Yang ada,,,
Hanyalah giliran mematahkan pena
Dan,,,,
Pada akhirnya terkatakan lupa

Ku pastikan,,,
Gugusan jarak bibirku adalah
Berulang kalinya ejaan nafas dalam
Satu titik pemulanya selaras ujian
Begitulah,,,
Sesuatunya yang akan terus kupanjatkan
Dalam putaran tasbih berpuisikan diam

Senja,070913

.


Sudut Sepi Merajut Senja
Srby, 070913




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar