Rabu, 18 April 2012

HAKIKAT OLEH HANY GREEN BEAN

2 jam yang lalu

==GREEN BEAN

~* HAKIKAT *~

Merindu saat menyapu peluh yang bergulir melewati garis tegas raut wajah mu, ketika kau sulap Alas menjadi taman syurga tempat kita menderai kan gelak tawa, membangun pola pikir dan melukis angan. Satu pembaringan kita bagi untuk 4 raga dengan pengeran pangeran kecil kita, kebahagiaan yang secukupnya dan seadanya.

Tak pernah terpikir suatu waktu ku akan merindukan kembali masa masa itu, masa di mana ada tangis selepas kita benam kan dahi pada 1/3 malam dengan berjamaah. Masa di saat ku mengeluhkan tempayan beras kita yang tlah kosong , meski bulan masih berpurnama. Masa di mana ku keluhkan pelayanan kesehatan tempat mu bekerja yang sewenang wenang terhadap kalangan rendahan seperti kita.

Segala usaha kita kerahkan untuk mengejar cita cita, segala teori kita jalankan untuk melewati masa masa sulit yang sebenarnya memiliki kebahagiaan yang tiada tara. Dan….kita berhasil melewatinya. Segala cita sudah kita genggam .
Namun semua bagai buah simalakama. Dunia kita bagai terbelah, rumah petak bak 2 kutub yang bersebrangan jauh…jauuh sekali. Isi kepala kita tidak lagi sama, hati kita bagaikan bara api yang siap menyala jika kembali tersiram bahan bakar. Rumah kecil yang dahulu serasa luas bagaikan syurga, kini berganti rumah luas yang terasa kecil dan berudara panas.

Tak ada lagi lengan kekarmu yang senantiasa menggantikan bantal empuk, saat ku lelah bercerita menjelang tidur. Kini berganti file file berserakan di atas pembaringan , hanya mereka yang menyelimuti kantukku.

Bukan hidup seperti ini yang kita inginkan…
Bukan hidup seperti ini yang kita cita cita kan…

Kebahagiaan seharusnya terealisasi dengan bergandengan antara material dan spiritual. Tidak ada pemisahan, menggenggam keberhasilan keduanya bukan hal yang mustahil jika kita mampu memimpin egosentris kita masing masing, menekan keangkuhan hingga ke dasar yang tak mampu lagi terjamah.

Tidakkah ada orang yang membuat nasibnya sendiri perlu di kasihani karena tidak mengerti untuk apa mereka mendengarkan bimbingan yang benar? Dalam hal ini , tidak dapat di katakan bahwa kita menyadari Kebenaran Hidup , tetapi kita hanya mengerti saja.
Mengerti dan Menyadari adalah dua hal yang berbeda sama sekali.

~* Mengerti adalah hanya mengetahui saja. Berterima kasih , ataupun merasakan ‘ekstasi’ (kegembiraan yang teramat sangat) secara berlebihan. Selama kita tidak membuang pikiran buruk yang tidak di butuhkan berada dalam hati, karena ‘pikiran’ dalam hati akan membentuk pola pikir kita dan membentuk tingkah pola kita ke depan. Keyakinan yang membutakan sehingga membuat anda pusing, menderita , teraniaya, dsb.

~* Menyadari adalah benar benar menerimanya dengan segenap hati dan jiwa. Menyadari tindakan membuang pikiran pikiran buruk dan keyakinan yang membuta, kemudian menyimpannya sebagai bagian dalam pengetahuan kita. Sehingga dengan kekuatan hati yang di miliki . Kita tidak akan pernah merasa lemah , meski kita menghadapi nasib yang bagaimanapun juga.

Kesadaran akan kebenaran hidup sejati adalah ‘Perisai Baja’ untuk mencegah tangan jahat yang membuat kehidupan menjadi tidak harmonis, atau nasib buruk yang menghancurkan kehidupan. Menyadari kehidupan seperti halnya menyediakan wadah untuk menerima dan menampung ketidak terbatasan kekuatan hidup.

Hidup kemarin ku rasakan teramat singkat, meski hampir seperempat umurku sudah ku abdikan pada ladang syurga kecilku. Saat itu aku hanya mengerti hidup, menjalani hidup hanya untuk hidup saja, bagaimana mencapai kecukupan, bukan bagaimana mensyukuri keberadaan dan mempertahankan kebahagiaan.

Syukurlah saya menyadari sebuah kebenaran hidup, bahwa hidup terletak bagaimana kita mampu memberi kebahagiaan , membangun pribadi dan orang orang sekitar ‘dengan hati’ untuk menjadi lebih baik.

Kehidupan tidak lah di susun hanya dengan masa kini, tapi puzzle masa lalu pun harus tersusun di bawahnya , bergerak terus membentuk fondasi menyesuaikan Hukum Alam. Setidaknya mulai hari ini, singkirkan dan gantilah perasaan hati yang lama dan jadikan pribadi yang baru , menjadi manusia yang optimis!!

Seperti hal nya Tuhan selalu optimis memberi kita lembaran baru setiap hari nya.


18 April 2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar