Sabtu, 07 April 2012

KALA OMBAK BERDESIR HALUS TANPA GELOMBANG

‎~Kala Ombak berdesir halus tanpa gelombang~

Susun susun tangguh,
bertumpuk buih menanti satu,
Asin asin butiran,
garam terberai titik gelombang,
tembuga bahasa terikat,
tertulis tambera dipalungnya laut.

mungkin dikiranya karang,
tertampa tambat,
perahu unik dipesisir pantai,
tak terlihat,
dibawah gelombang,
terbentur kayuh sedang terarung,
ikuti alur arusnya angin.

hampir tenggelam,
sosok jerit seloka sajak dari sentuh titik setumpu,
bersiteru takut terhempas,
ikhtiar keras melawan Angin Jahanam.

kala ombak berdesir halus,
tanpa gelombang mencari tau,
mengapa ia diam?
Sejenak tenang,
menanti tekanan yang lebih kencang.

restu terhuyung tepi,
dalam aba setakar lakon.

Nyatanya,
seri sergam tetapmenanti seribu bulan,
tiada berakhir halaman deary.

Entahlah ?
ini mengumpat atau Puisi titik
 
 
Nurani Alam
070412

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar